Idul Adha di Era Digital: Kakanwil Jabar Tekankan Akhlak Jadi Benteng Lawan Cyberbullying

BANDUNG — Tantangan mendidik generasi muda di era internet yang kian liar menjadi sorotan utama dalam peringatan Idul Adha tahun ini. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, H. Dudu Rohman, mengingatkan bahwa kecerdasan digital harus berjalan beriringan dengan keluhuran adab agar generasi muda tidak terseret arus negatif media sosial.

Pesan kuat tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Kang Dudu Rohman (KDR) ini saat memberikan khotbah Salat Idul Adha di Halaman Parkir Timur Kanwil Kemenag Jabar, Jl. Jend. Sudirman No. 644, Kota Bandung, Rabu (27/5/2026). Di hadapan ratusan jemaah yang terdiri dari pegawai dan masyarakat sekitar, KDR menyampaikan khotbahnya secara menyentuh menggunakan Bahasa Sunda.

Baca Juga:  Sapi Kurban Presiden di Kuningan Capai 1,1 Ton, Diego Jadi Perhatian Warga Jelang Idul Adha

Refleksi Keluarga Nabi Ibrahim di Zaman Modern

KDR mengajak jemaah untuk merefleksikan kembali keteladanan Nabi Ibrahim AS dan keluarganya sebagai potret ideal keluarga sakinah. Namun, alih-alih sekadar bernostalgia dengan sejarah, ia menarik relevansi kisah tersebut ke dalam konteks pola asuh (parenting) anak di zaman modern yang serba digital.

Menurutnya, Nabi Ibrahim memberikan contoh nyata tentang bagaimana menanamkan pengaruh positif kepada anak melalui dialog dan kasih sayang, bukan lewat pemaksaan atau kekerasan.

“Kisah Nabi Ibrahim hendaknya kita jadikan inspirasi dalam mendidik putra-putri kita. Pelajaran penting dari sikap Nabi Ibrahim… Beliau tidak memaksa Ismail untuk melaksanakannya, bahkan mengajak berdialog, menanyakan keyakinan putra terkasihnya itu,” ungkap KDR.

Baca Juga:  Panduan Puasa Sunnah Menjelang Idul Adha: Jenis, Keutamaan, dan Niatnya

Akhlak Digital untuk Menangkal Konten Negatif

Lebih lanjut, KDR menegaskan bahwa nilai-nilai keimanan dan pendidikan karakter yang dicontohkan oleh keluarga Nabi Ibrahim harus menjadi fondasi utama anak-anak masa kini dalam menavigasi dunia maya. Di tengah maraknya fenomena perundungan siber (cyberbullying) dan paparan konten negatif, akhlak adalah filter terbaik.

“Oleh karena itu, pendidikan akhlak berperan sebagai benteng moral di era digital ini, untuk menavigasi kompleksitas dunia maya, memfilter kemerosotan moral seperti perundungan dan konten negatif, serta membentuk karakter yang bijak,” tegasnya.

Ia berharap momentum Idul Adha ini menjadi titik balik bagi para orang tua untuk lebih aktif membekali anak-anak mereka dengan perisai moral.

Baca Juga:  Menelusuri Pengembaraan Intelektual Mama Sempur: Kitab Tanbihul Muftarin Ungkap Silsilah hingga Rasulullah SAW

“Pendidikan akhlak memastikan generasi muda tidak hanya cerdas teknologi, tetapi juga beradab, memiliki nilai-nilai positif, serta mampu memanfaatkan teknologi untuk kebaikan,” tambah KDR.

Pelaksanaan Salat Idul Adha yang berlangsung khidmat ini juga dihadiri oleh jajaran pejabat teras Kanwil Kemenag Jabar, di antaranya:

  • H. M. Nur Rochmat Robi A. (Plt. Kepala Bagian Tata Usaha)

  • H. Agus Sutisna (Kepala Bidang Urusan Agama Islam)

  • H. Jajang Apipudin (Kepala Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf)

  • Para Ketua Tim dan Pegawai di lingkungan Kanwil Kemenag Jabar.

***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran