Kunjungan Prabowo ke Paris Disorot di Tengah Pelemahan Rupiah, Publik Terbelah

JAKARTA – Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Paris, Prancis, di tengah pelemahan nilai tukar rupiah memicu perdebatan luas di media sosial.

Saat Presiden menjalani agenda diplomasi strategis bersama pemerintah Prancis, warganet justru ramai menyoroti kurs dolar Amerika Serikat yang sempat menyentuh angka Rp17.845 per USD. Angka tersebut viral karena dianggap identik dengan tanggal kemerdekaan Indonesia, yakni 17-8-45.

Prabowo tiba di Bandara Orly, Paris, pada Selasa, 26 Mei 2026 waktu setempat untuk memulai kunjungan resmi kenegaraan. Lawatan tersebut merupakan agenda diplomatik yang telah dijadwalkan sejak tahun lalu sebagai bagian dari penguatan hubungan bilateral Indonesia–Prancis menuju status Comprehensive Strategic Partnership.

Namun, momentum kunjungan itu bertepatan dengan meningkatnya keresahan publik terhadap kondisi ekonomi domestik, khususnya pelemahan rupiah dan kenaikan harga kebutuhan pokok.

Baca Juga:  Prabowo Akui Pernah Dibantu Megawati Menang Tender Saat Hidup Lontang-Lantung

Di berbagai platform media sosial, muncul narasi yang membandingkan intensitas kunjungan luar negeri Presiden dengan kondisi ekonomi dalam negeri yang dinilai sedang mengalami tekanan.

“Rakyat lagi fokus harga naik dan rupiah melemah, tapi elite sibuk kunjungan luar negeri,” tulis salah satu komentar warganet dikutip dari Hops.id pada Rabu (27/5/2026).

Meski demikian, pihak Istana menegaskan bahwa lawatan ke Paris memiliki nilai strategis jangka panjang bagi kepentingan nasional.

Baca Juga:  Bantah Isu Rupiah Melemah, Misbakhun Sebut Presiden Prabowo Serius Garap KEM-PPKF RAPBN

Pemerintah menyebut kunjungan tersebut membawa sejumlah agenda penting, mulai dari kerja sama industri pertahanan, energi terbarukan, pendidikan, hingga transfer teknologi militer.

Dalam agenda utama di Istana Élysée, Prabowo dijadwalkan bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk membahas penguatan sektor strategis, termasuk modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI melalui skema transfer teknologi.

Kerja sama itu mencakup pembangunan kapal selam Scorpène di PT PAL Indonesia, penguatan ekosistem jet tempur Rafale, hingga pengembangan radar pertahanan udara dan produksi munisi bersama industri nasional.

Di tengah agenda diplomasi tersebut, Prabowo juga dijadwalkan melaksanakan salat Idul Adha bersama diaspora Indonesia di KBRI Paris.

Baca Juga:  Pantau Distribusi di Medan, Wadirut Bulog Tekankan Percepatan Bantuan Pangan Tuntas Akhir Mei 2026

Pemerintah memastikan Presiden tetap menyalurkan kurban nasional sebanyak 1.098 ekor sapi dengan nilai mencapai Rp100 miliar yang didistribusikan ke 38 provinsi di Indonesia.

Sorotan publik terhadap kunjungan ini menunjukkan bahwa isu ekonomi domestik kini menjadi perhatian utama masyarakat.

Di satu sisi, pemerintah menilai diplomasi global penting untuk memperkuat posisi strategis Indonesia di bidang pertahanan dan investasi. Namun di sisi lain, tekanan terhadap rupiah membuat sebagian masyarakat berharap perhatian lebih besar diarahkan pada stabilitas ekonomi nasional.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran