JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak performa impresif pada sesi pertama perdagangan hari Senin, 25 Mei 2026.
Indeks sektoral melaju kencang dengan mencatatkan kenaikan sebesar 57 poin atau menguat sekitar 0,93 persen.
Aksi beli masif dari para pelaku pasar membawa indeks parkir ke level 6.219 hingga jeda siang.
Kombinasi sentimen positif global serta meredanya kekhawatiran risiko eksternal menjadi pendorong utama apresiasi market domestik ini.
Pilarmas Investindo Sekuritas menilai pergerakan positif indeks saham dalam negeri ditopang oleh tingginya optimisme pasar keuangan.
Investor merespons positif perkembangan kelanjutan negosiasi damai yang tengah berjalan antara pihak Amerika Serikat dan Iran.
Harapan tercapainya kesepakatan bilateral tersebut dinilai berpotensi besar menstabilkan kembali eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Fokus utama pasar tertuju pada kepastian pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai jalur strategis distribusi minyak dunia.
“Sentimen global saat ini cenderung membaik seiring meningkatnya harapan tercapainya kesepakatan AS–Iran. Hal ini mendorong penurunan risiko geopolitik dan memberikan ruang penguatan bagi aset berisiko, termasuk pasar saham,” ujar Pilarmas dalam risetnya, Senin (25/5/2026).
Meski atmosfer pasar cenderung bergairah, pihak Pilarmas mengingatkan pelaku pasar untuk tetap bersikap realistis serta waspada.
Para investor masih terus mencermati dinamika perkembangan proses negosiasi kedua negara berkepentingan yang belum final.
Sejumlah pejabat tinggi Amerika Serikat sebelumnya sempat menyebutkan bahwa pembahasan kesepakatan masih memerlukan waktu yang panjang.
Diperlukan komitmen bersama yang kuat sebelum keputusan akhir yang mengikat resmi diterbitkan ke publik internasional.
Dari panggung global, penguatan yang melanda mayoritas bursa saham Asia turut menjadi katalis tambahan bagi IHSG.
Sentimen risk-on di kalangan pengelola dana global kembali meningkat secara signifikan dalam beberapa waktu terakhir ini.
Kondisi tersebut terjadi di tengah tingginya ekspektasi membaiknya kelancaran pasokan aliran energi global ke depan.
Pembukaan kembali akses Selat Hormuz dipercaya akan memangkas biaya logistik kapal tanker minyak mentah dunia.
Sementara dari dalam negeri, Pilarmas menyebut laju IHSG sebenarnya masih dibayangi oleh sejumlah tekanan eksternal.
Faktor penahan laju penguatan datang dari tren pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar AS.
Selain itu, rilis data Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) kuartal I-2026 juga mencatatkan angka defisit jumbo.
Data menunjukkan posisi keuangan eksternal Indonesia mengalami defisit yang menyentuh angka hingga 9,15 miliar dolar AS.
“Defisit tersebut lebih besar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sehingga memicu kekhawatiran terhadap ketahanan eksternal Indonesia,” tambah Pilarmas.
Aktivitas perdagangan pada paruh pertama hari ini menempatkan sejumlah emiten ke dalam daftar top performa.
Barisan saham yang mencatatkan kenaikan terbesar (top gainers) dipimpin oleh LAJU, TALF, GRIA, WBSA, dan IRSX.
Sebaliknya, koreksi melanda saham DFAM, ASPR, DAAZ, BHAT, dan APIC hingga masuk jajaran top losers.
Pilarmas turut merekomendasikan saham MDKA dengan strategi dagang buy pada area support-resistance berkisar 2.700–3.070.***



Tinggalkan Balasan