Di Tengah Polemik 35 Miliar, Program Jambu Kristal Kembali Dipertanyakan?

PURWAKARTA – Di tengah ramainya polemik klaim kerugian Rp35 miliar yang belakangan menyita perhatian publik, sejumlah aktivis di Purwakarta mulai mengalihkan fokus pada pertanyaan mengenai keberlanjutan program jambu kristal yang sempat ramai digaungkan saat momentum politik lalu.

Aktivis sosial Purwakarta, Yudist Zulfan, menilai publik seharusnya tidak terus disibukkan dengan polemik yang belum jelas arah dan substansinya. Menurutnya, perhatian masyarakat lebih penting diarahkan pada realisasi janji dan program yang pernah disampaikan kepada warga.

Baca Juga:  Sebelum Berangkat Kemenhaj Purwakarta Periksa Ratusan Koper Milik Jemaah Haji

“Daripada sibuk dengan polemik yang tidak jelas arahnya, lebih baik fokus mempertanyakan janji kampanye yang dulu sempat ramai disampaikan ke publik,” ujar Yudist Zulfan, Sabtu (23/5/2026).

Program budidaya jambu kristal sendiri sempat menjadi perhatian publik setelah muncul pernyataan bernada tantangan terkait siapa yang berani menanam jambu kristal dalam skala besar. Pernyataan itu kini kembali diperbincangkan seiring munculnya polemik politik yang berkembang di ruang publik.

Baca Juga:  Menyongsong Musim Kemarau, PJT II Jamin Pasokan Air Irigasi Lancar

Menurut Yudist, masyarakat wajar mempertanyakan sejauh mana realisasi program tersebut setelah pasangan calon terpilih menduduki jabatan.

“Kalau dulu dipromosikan sebagai solusi ekonomi masyarakat dan program unggulan, sekarang publik tentu ingin tahu perkembangannya seperti apa,” katanya.

Ia menegaskan bahwa yang dibutuhkan masyarakat bukan lagi retorika politik, melainkan data konkret terkait pelaksanaan program di lapangan.

Mulai dari jumlah petani yang terlibat, luas lahan yang digarap, hasil produksi, hingga dampak ekonomi bagi warga dinilai perlu disampaikan secara terbuka kepada publik.

Baca Juga:  Dilantik, Pengurus Baru PERBASI Kota Tangerang Ditantang Ukir Prestasi

“Kalau programnya memang berjalan dan berhasil, seharusnya tidak sulit menunjukkan capaian dan datanya,” tambahnya.

Menurutnya, kritik terhadap program publik tidak seharusnya dianggap sebagai serangan politik, melainkan bagian dari fungsi kontrol masyarakat terhadap janji dan kebijakan yang pernah disampaikan kepada warga.

Hingga saat ini belum ada penjelasan rinci maupun evaluasi terbuka terkait perkembangan terbaru program jambu kristal tersebut di Purwakarta.*

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran