JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat sinergi lintas kementerian untuk mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif berbasis kawasan.
Langkah strategis tersebut dibahas dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, bersama Menteri UMKM Maman Abdurrahman dan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya di M Bloc Space, Jakarta, pada Senin (4/5/2026).
Rapat ini secara khusus membahas kontribusi konkret ketiga kementerian dalam mendukung Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN), termasuk percepatan penanggulangan kemiskinan sesuai Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025, serta pengembangan program Pasar 1001 Malam sebagai model pemberdayaan ekonomi kreatif berbasis ekosistem kawasan.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa sektor UMKM dan ekonomi kreatif menjadi kunci utama untuk mendorong masyarakat keluar dari kemiskinan melalui pendekatan pemberdayaan berkelanjutan.
“Pemerintah memastikan UMKM dan ekonomi kreatif menjadi bagian integral dari Program Kerja Prioritas Nasional. Kita ingin setiap program negara memberikan efek domino yang nyata bagi pelaku usaha kecil dan masyarakat rentan,” kata Muhaemin Iskandar.
Ia menambahkan bahwa pemerintah berkomitmen membangun ekosistem usaha yang kompetitif, inklusif, dan mudah diakses, terutama bagi kelompok masyarakat menengah dan rentan agar tercipta kemandirian ekonomi.
Sejalan dengan hal tersebut, Menteri UMKM Maman Abdurrahman menjelaskan bahwa fokus pemerintah saat ini adalah memperkuat akses pembiayaan, pendampingan, dan pasar bagi pelaku usaha mikro, khususnya di wilayah kantong kemiskinan.
“Sebagai tindak lanjut amanat Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025, kami berfokus memastikan para pengusaha UMKM, khususnya di wilayah kantong kemiskinan, memperoleh akses pembiayaan, pendampingan, dan pasar,” ujar Maman.
Upaya ini didukung dengan pemutakhiran basis data melalui integrasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dengan platform SAPA UMKM, serta intervensi tepat sasaran seperti penerbitan kartu usaha dan skema pembiayaan PNM agar UMKM menjadi tulang punggung ekonomi rakyat.
Dari sisi ekonomi kreatif, Menteri Teuku Riefky Harsya menilai sektor ini memiliki potensi besar dalam memberdayakan kelompok masyarakat rentan dan miskin ekstrem sebagai mesin pertumbuhan baru.
“Ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk memberdayakan masyarakat, termasuk mereka yang berada di kelompok rentan. Kami mendorong akselerasi talenta serta akses pembiayaan agar pelaku ekraf mampu berkembang secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari the new engine of growth,” tegas Teuku Riefky Harsya.
Ketiga menteri juga menyoroti keberhasilan kawasan Blok M yang telah bertransformasi menjadi pusat aktivitas ekonomi berbasis komunitas sebagai contoh nyata pengembangan ekosistem yang dinamis dan kompetitif.
Pemilihan lokasi rapat di Blok M merupakan bagian dari pendekatan evidence-based policy, di mana kebijakan dirumuskan berdasarkan praktik terbaik di lapangan melalui dialog langsung dengan para pelaku usaha.
Dengan rata-rata 80.000 pengunjung dan perputaran ekonomi mencapai Rp5 miliar per hari, Blok M menjadi model yang siap direplikasi melalui inisiatif program Pasar 1001 Malam guna memanfaatkan aset menganggur (idle) milik pemerintah dan BUMN.
Melalui sinergi lintas kementerian ini, pemerintah optimistis bahwa penguatan ekosistem berbasis kawasan akan menjadikan sektor UMKM dan ekonomi kreatif sebagai motor penggerak ekonomi nasional sekaligus instrumen efektif dalam pengentasan kemiskinan secara menyeluruh.***



Tinggalkan Balasan