DKP Garut Hadirkan Sembako Murah di HSN 2026, Ajak Warga Biasakan Konsumsi Pangan Beragam

|

GUGAH — Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Garut turut memeriahkan rangkaian Hari Santri Nasional (HSN) 2026 dengan menggelar Gerakan Pangan Murah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya konsumsi pangan yang sehat, bergizi, dan beragam.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat memperoleh sejumlah kebutuhan pokok dengan harga yang ditawarkan, antara lain beras, tepung terigu, gula pasir, telur ayam, dan minyak goreng. Kehadiran layanan ini diharapkan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus memperluas akses terhadap bahan pangan.

Dalam kesempatan itu, perwakilan DKP Garut juga menyampaikan bahwa tujuan akhir pembangunan ketahanan pangan bukan hanya memastikan ketersediaan bahan pangan, tetapi juga meningkatkan kualitas konsumsi pangan keluarga. Hal tersebut tercermin dalam nilai Pola Pangan Harapan (PPH) masyarakat Garut yang berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS) disebut mencapai 92,55.

DKP menekankan pentingnya pola makan yang memperhatikan keberagaman jenis pangan. Konsumsi keluarga perlu dilengkapi dengan sumber karbohidrat, sayuran, lauk-pauk, serta buah-buahan agar kebutuhan gizi dapat terpenuhi secara lebih seimbang.

Baca Juga:  Hari Santri 2026 di Pangandaran, PCNU Dorong Pesantren Perkuat Kontribusi untuk Negeri

Beberapa bahan pangan yang dianjurkan untuk dikonsumsi secara beragam di antaranya tahu, tempe, sayuran, dan buah-buahan. Keberagaman konsumsi tersebut menjadi salah satu unsur penting dalam meningkatkan nilai Pola Pangan Harapan menuju angka ideal 100.

Masyarakat juga diajak membiasakan prinsip makan enak, makan sehat, dan mengonsumsi pangan Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA). Pesan sederhana yang disampaikan DKP adalah membiasakan menghabiskan makanan serta menghindari perilaku membuang pangan yang masih layak konsumsi.

Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu upaya menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan. Sejumlah komoditas strategis yang dapat disediakan dalam kegiatan ini meliputi beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam ras, daging ayam, daging sapi, tepung terigu, bawang merah, bawang putih, cabai merah keriting, dan cabai rawit merah.

Dalam kegiatan bazar HSN 2026, sejumlah harga yang diinformasikan kepada masyarakat antara lain beras premium Rp15.000 per kilogram, tepung terigu Rp11.000 per kilogram, Gulaku Rp18.000 per kilogram, telur ayam Rp23.000 per paket, Gula Ahen Rp15.000 per kilogram, serta minyak goreng Rp36.000 untuk kemasan dua liter. Beras premium juga ditawarkan dengan harga Rp75.000 per karung, dengan ukuran kemasan yang perlu dipastikan kembali.

Baca Juga:  Kritik Keras Politik Pencitraan, Ratusan Kader PMII Kepung Gedung DPRD Jabar

Selain pelaksanaan di lokasi kegiatan, DKP turut menyampaikan informasi mengenai tata cara pengajuan Gerakan Pangan Murah bagi masyarakat atau lembaga yang ingin menyelenggarakannya di wilayah masing-masing.

Pengajuan Gerakan Pangan Murah dapat dilakukan dengan mengirimkan surat permohonan kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat atau melalui alamat email pemasaran.dkppjabar@gmail.com. Surat tersebut perlu dilengkapi data dan informasi mengenai wilayah pengusul. Kegiatan GPM juga dapat dikolaborasikan dengan kegiatan sosial lainnya di masyarakat.

Setelah surat diterima, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat akan melakukan validasi permohonan. Selanjutnya, pemohon akan menerima pemberitahuan atau surat balasan paling lambat sekitar tiga hari kerja.

Baca Juga:  Nataru Via Cisumdawu Kini Bisa Ngaso di Rest Area

Apabila permohonan disetujui, pelaksanaan GPM akan difasilitasi oleh DKPP Jawa Barat, meliputi penyediaan sarana dan prasarana serta vendor untuk memenuhi kebutuhan pangan pokok strategis.

Perwakilan DKP juga menyampaikan apresiasi kepada PCNU Kabupaten Garut atas kerja sama yang telah terjalin dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Kolaborasi ini dinilai membuka ruang bagi pemerintah daerah untuk menjangkau masyarakat lebih luas melalui kegiatan sosial dan pemberdayaan.

Pihaknya berharap kerja sama dengan NU dapat terus berlanjut, sehingga program ketahanan pangan dan edukasi konsumsi pangan sehat bisa menjangkau lebih banyak keluarga di Kabupaten Garut.

Kehadiran Gerakan Pangan Murah dalam rangkaian HSN 2026 menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan. Selain membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok, kegiatan ini juga membawa pesan penting bahwa ketahanan pangan keluarga perlu dibangun melalui ketersediaan, keterjangkauan, serta kebiasaan konsumsi yang sehat dan beragam.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran