GUGAH – Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Garut membuka Konferensi Cabang (Konfercab) ke-15 Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kabupaten Garut di Gedung PCNU Garut, Minggu (25/10/2026). Forum tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus menyiapkan kader penerus perjuangan Nahdlatul Ulama di masa mendatang.
Pembukaan Konfercab dilakukan secara bersama oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Garut, KH. Atjeng Abdul Wahid, didampingi Bupati Garut, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Barat, perwakilan Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor, serta anggota DPR RI. Prosesi pembukaan ditandai dengan pembacaan basmalah secara bersama sebelum rangkaian kegiatan konferensi dilanjutkan.
Ansor Diharapkan Melahirkan Penerus Perjuangan Muassis NU
Dalam sambutannya, KH. Atjeng Abdul Wahid menegaskan bahwa GP Ansor merupakan bagian dari generasi penerus perjuangan para pendahulu dan muassis Nahdlatul Ulama. Karena itu, kader Ansor diharapkan mampu menjaga nilai perjuangan para pendiri NU sekaligus melanjutkan pengabdian organisasi untuk menghadapi tantangan zaman.
Ia berharap Konfercab ke-15 dapat melahirkan kader-kader yang memiliki tekad, prinsip, dan komitmen kuat untuk meneruskan perjalanan NU ke depan. Menurutnya, keberlanjutan organisasi sangat bergantung pada kesiapan generasi muda dalam menjaga tradisi perjuangan sekaligus mengembangkan peran organisasi di tengah masyarakat.
KH. Atjeng juga menitipkan pesan kepada seluruh musyawirin agar mengikuti setiap tahapan konferensi dengan tertib dan mematuhi prosedur yang berlaku. Ia menekankan pentingnya menjaga suasana musyawarah yang kondusif agar seluruh agenda dapat berjalan sesuai ketentuan organisasi.
Tekad dan Prinsip Kader Jadi Modal Pengabdian
KH. Atjeng mengingatkan bahwa pemuda harus memiliki tekad dan prinsip yang jelas dalam menjalankan pengabdian. Nilai tersebut, menurutnya, menjadi karakter penting yang harus dimiliki setiap kader Ansor agar mampu menjalankan amanah organisasi secara konsisten.
Ia juga menekankan bahwa Ansor tidak seharusnya menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk bermusuhan. Sebaliknya, perbedaan pandangan perlu disikapi secara dewasa dan ditempatkan sebagai bagian dari dinamika organisasi yang dapat memperkuat persaudaraan.
“Ansor harus tidak punya musuh, jadikan perbedaan sebagai rahmat,” demikian pesan yang disampaikan KH. Atjeng dalam sambutannya. Pesan tersebut menjadi pengingat agar proses konferensi, termasuk dalam menentukan arah kepemimpinan, tetap mengedepankan persatuan dan kepentingan organisasi.
Apresiasi Kaderisasi Ansor Garut
Dalam kesempatan itu, KH. Atjeng turut menyampaikan terima kasih kepada Ketua PC GP Ansor Garut atas kerja dan upaya yang telah dilakukan dalam mengembangkan organisasi serta memperluas kaderisasi. Ia mengapresiasi capaian pembentukan kader yang jumlahnya disebut telah mencapai lebih dari 8.000 orang.
Menurutnya, jumlah kader tersebut merupakan potensi besar yang dapat berkontribusi bagi kemajuan daerah apabila dikelola dengan baik dan diarahkan pada kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Ia berharap kekuatan kader Ansor dapat mendukung terwujudnya cita-cita Garut yang lebih maju dan membawa kemaslahatan bagi warga.
Optimisme tersebut tercermin dalam harapan yang disampaikan KH. Atjeng, yakni agar keberadaan ribuan kader Ansor mampu ikut mewujudkan “Garut Hebat, Garut Maslahat.” Untuk mencapai tujuan itu, kekuatan jumlah perlu diiringi kualitas kader, keteguhan prinsip, dan kesungguhan dalam menjalankan pengabdian.
Konfercab Dihadiri Unsur Pemerintah dan Organisasi
Pembukaan Konfercab ke-15 PC GP Ansor Garut turut dihadiri jajaran PP GP Ansor, PW GP Ansor Jawa Barat, Bupati Garut, sejumlah kepala dinas, perwakilan partai politik, KNPI, serta lembaga dan badan otonom di lingkungan PCNU Kabupaten Garut.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa kegiatan Konfercab tidak hanya menjadi agenda internal organisasi, tetapi juga ruang konsolidasi kader dan penguatan hubungan dengan berbagai elemen daerah. Forum ini diharapkan mampu menghasilkan keputusan organisasi yang mendukung kesinambungan kaderisasi dan pengabdian GP Ansor di Kabupaten Garut.
Melalui Konfercab ke-15, PCNU Garut berharap GP Ansor terus melahirkan generasi penerus yang berpegang pada prinsip, mampu merawat perbedaan, dan menjaga kesinambungan perjuangan para muassis Nahdlatul Ulama. Semangat tersebut menjadi landasan bagi kader untuk terus berkhidmat kepada agama, organisasi, bangsa, dan masyarakat.***





Tinggalkan Balasan