Cetak Kader Mujahid di Era Baru, PMII Mahbub Djunaidi Gelar Pelatihan Kader Dasar II di Bandung

|

GUGAH – Pengurus Komisariat PK Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Mahbub Djunaidi resmi menutup rangkaian agenda Pelatihan Kader Dasar (PKD) II. Kegiatan yang berlangsung selama enam hari, sejak Rabu (23/9/2026) hingga Senin (28/9/2026), dipusatkan di Pondok Pesantren Al-Musyawaroh, Andir, Kota Bandung.

Mengusung tema “Meneguhkan Khidmat Kader: Perwujudan Insan Ulul Albab yang Berintegritas untuk Melakukan Kaderisasi di Era Baru”, kaderisasi tingkat menengah ini dirancang untuk mencetak kader berkualitas Mujahid (pejuang) yang ideologis, loyal, dan militan.

Ketua PK PMII Komisariat Mahbub Djunaidi, Rega Pasya Mulyana, menegaskan bahwa PKD II ini menjadi batu pijakan penting dalam membentuk insan Ulul Albab yang tidak hanya kritis, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial yang nyata.

Baca Juga:  Laba Pupuk Indonesia Melonjak 230 Persen

​”Secara umum, tujuan PKD ini adalah membentuk kader PMII berkualitas Mujahid. Mereka adalah kader ideologis yang loyal dan militan, serta memiliki komitmen, integritas, dan spirit khidmat sebagai perwujudan Insan Ulul Albab yang siap melakukan kaderisasi di era baru,” ujar Rega saat memberikan sambutan penutupan di Bandung, Senin (28/9/2026).

Selama enam hari pelatihan, para peserta dibekali penguatan pengetahuan teoritis maupun praktik lapangan. Materi unggulan seperti Analisis Sosial (Ansos), Analisis Wacana Media, hingga pemetaan isu menjadi menu utama untuk menggembleng kepekaan para peserta.

Baca Juga:  Kericuhan Pecah di Jantung Kota Bandung: Massa Aksi Rusak Fasilitas Umum dan Bakar Pos Polisi

​Rega menambahkan, kemampuan analitis tersebut sangat krusial agar kader PMII mampu merespons berbagai dinamika sosial, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat perkotaan, secara kritis dan konstruktif.

​”Melalui pelatihan ini, kami berharap terbentuk kesadaran ideologis dan keorganisasian pada diri kader. PMII jangan hanya dipandang sebagai tempat berorganisasi belaka, melainkan sebagai ruang pengabdian, pembelajaran, dan wadah perjuangan,” tegasnya.

Selain mempertajam nalar kritis dan kapasitas intelektual, PKD II ini juga menekankan aspek spiritualitas, kepemimpinan, dan integritas. Setiap kader dituntut memiliki keselarasan antara nilai, sikap, perkataan, dan tindakan dalam menjalankan amanah organisasi.

Baca Juga:  Ulama Sepuh Ingatkan Muktamar NU Tak Boleh Jadi Arena Intervensi

​Dalam konteks struktur kaderisasi, kegiatan ini juga mempertegas batas dan pembagian peran antara jenjang Muttaqied (kader tingkat dasar) dan Mujahid (kader tingkat menengah).

​”Jika kader Muttaqid diarahkan untuk memperkuat proses dan kapasitas internal dirinya, maka kader yang telah memasuki jenjang Mujahid harus mengambil tanggung jawab lebih besar. Mereka bukan lagi sekadar peserta, melainkan menjadi motor penggerak organisasi dan keberlanjutan kaderisasi ke depan,” pungkas Rega.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran