GUGAH — Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (K-Sarbumusi) Garut mengambil bagian dalam pengawalan aspirasi pekerja melalui Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia Kabupaten Garut (KBPBI), yang menyampaikan sejumlah tuntutan perlindungan ketenagakerjaan kepada DPRD Kabupaten Garut, Senin (14/9/2026). Sebelum menuju gedung parlemen daerah, perwakilan K-Sarbumusi Garut terlebih dahulu berkumpul bersama elemen serikat pekerja dan buruh untuk menyatukan sikap serta memastikan agenda perjuangan berjalan dalam satu arah.
Dalam konsolidasi tersebut, K-Sarbumusi Garut diwakili oleh Kuasa Ketua Basis PT Changsin Reksa Jaya, Ketua Basis PT Pratama Abadi Industri, serta Ketua Basis PT Ultimate Noble Indonesia. Kehadiran ketiga perwakilan basis itu menjadi bagian dari keterlibatan K-Sarbumusi dalam forum bersama serikat pekerja dan buruh se-Kabupaten Garut yang sebelumnya telah membangun komunikasi mengenai arah perjuangan melalui KBPBI.
Agenda kemudian berlanjut melalui hearing atau dialog penyampaian aspirasi di DPRD Kabupaten Garut. Forum tersebut menjadi ruang bagi pekerja untuk menyampaikan pandangan mengenai kebutuhan perlindungan hak buruh, kepastian kerja, kesejahteraan, kebebasan berserikat, hingga perlindungan bagi kelompok pekerja yang berada dalam kondisi rentan.
Dari forum tersebut, DPRD Kabupaten Garut menerbitkan pernyataan dukungan terhadap perjuangan perlindungan dan kesejahteraan pekerja atau buruh. Dukungan itu mencakup dorongan terhadap lahirnya regulasi ketenagakerjaan yang berkeadilan, kepastian kerja, perlindungan hak upah, pencegahan PHK sepihak, penguatan serikat pekerja, serta jaminan keselamatan dan kesehatan kerja.
Dalam dokumen yang ditandatangani pimpinan DPRD Kabupaten Garut, lembaga legislatif daerah juga menyatakan dukungan terhadap aspirasi KBPBI untuk mendorong Rancangan Undang-Undang Perlindungan Ketenagakerjaan. DPRD Garut menyatakan akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada DPR RI sebagai bagian dari fungsi representasi dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat Kabupaten Garut.
Bagi K-Sarbumusi Garut, keterlibatan dalam konsolidasi tersebut bukan sekadar menghadirkan perwakilan organisasi, tetapi menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi pekerja dalam memperjuangkan kebijakan ketenagakerjaan yang lebih adil. Ketua K-Sarbumusi Garut menilai perjuangan buruh perlu dibangun melalui komunikasi yang terukur, solidaritas lintas serikat, serta penyampaian aspirasi melalui jalur yang konstitusional agar kepentingan pekerja dapat dibahas secara lebih substantif.
Menurutnya, sejumlah persoalan ketenagakerjaan tidak cukup diselesaikan melalui komunikasi di tingkat perusahaan, tetapi membutuhkan perhatian kebijakan yang lebih luas. Karena itu, K-Sarbumusi Garut mendorong agar perlindungan terhadap pekerja berjalan seiring dengan kepastian hukum, keberlanjutan dunia usaha, dan terciptanya hubungan industrial yang sehat.
Aspirasi itu mencakup sejumlah agenda strategis, mulai dari jaminan upah yang layak, perlindungan terhadap pekerja platform dan pekerja terdampak transisi industri, kepastian pesangon, kebebasan berserikat, hingga peningkatan keterampilan melalui program *upskilling* dan *reskilling*. K-Sarbumusi Garut bersama elemen KBPBI juga menaruh perhatian pada perlindungan pekerja perempuan, buruh disabilitas, serta kelompok pekerja rentan lainnya.
Dukungan DPRD Kabupaten Garut menjadi salah satu hasil penting dari pertemuan tersebut. Dalam surat bernomor 400.14.6/1535/DPRD-2026, DPRD menyatakan komitmennya terhadap perjuangan perlindungan dan kesejahteraan pekerja, sementara melalui surat bernomor 400.14.1.4/1536/DPRD, aspirasi hasil hearing disampaikan untuk menjadi bahan lebih lanjut kepada DPR RI.
Ketua K-Sarbumusi Garut berharap dukungan tersebut tidak berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi dapat menjadi pintu masuk bagi pembahasan kebijakan ketenagakerjaan yang benar-benar menjawab kebutuhan pekerja. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga persatuan antarserikat agar perjuangan buruh memiliki daya tawar yang kuat sekaligus tetap mengedepankan dialog dan kepentingan masyarakat luas.
Pertemuan berlangsung dalam semangat konsolidasi dan perjuangan bersama. K-Sarbumusi Garut menegaskan akan terus mengambil bagian dalam gerakan perlindungan pekerja dengan mengedepankan kepentingan buruh, keberlanjutan hubungan industrial, serta kemaslahatan masyarakat Kabupaten Garut.***



Tinggalkan Balasan