GUGAH — Sebanyak 18 tim dari wilayah Kecamatan Bantargebang ambil bagian dalam Turnamen Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) yang digelar PAC GP Ansor Kecamatan Bantargebang bersama Ghase di Aula Serbaguna Kantor Kelurahan Sumurbatu, Kota Bekasi, Minggu (6/9/2026).
Antusiasme peserta menjadi salah satu catatan dalam penyelenggaraan turnamen tersebut. Seluruh tim yang berkompetisi berasal dari Kecamatan Bantargebang, menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap e-sports sekaligus potensi komunitas pemain di tingkat wilayah.
Ketua Panitia, Ahmad Dado, mengatakan jumlah peserta yang mencapai 18 tim menjadi gambaran bahwa kegiatan e-sports memiliki ruang yang cukup besar di kalangan anak muda Bantargebang.
“Alhamdulillah, turnamen ini mendapat antusiasme yang cukup baik. Ada 18 tim yang mendaftar dan seluruhnya berasal dari wilayah Kecamatan Bantargebang. Kami dari panitia juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman panitia, baik dari Ansor maupun Ghase, yang sudah luar biasa mempersiapkan kegiatan ini dari awal hingga pelaksanaan. Mudah-mudahan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan memberikan pengalaman yang positif bagi para peserta,” ujar Ahmad Dado.
Menurut Dado, turnamen tersebut tidak semata-mata diarahkan untuk mencari pemenang. Kompetisi juga menjadi ruang bagi para pemain untuk bertemu, membangun relasi, mengasah kemampuan, dan mendapatkan pengalaman bertanding dalam suasana kompetisi yang sportif.
Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Bantargebang, Sahabat Egi Cahyanto, mengatakan penyelenggaraan turnamen merupakan bagian dari upaya organisasi untuk menghadirkan kegiatan yang relevan dengan perkembangan dan kebutuhan generasi muda.
“GP Ansor ingin memberikan ruang bagi anak-anak muda untuk menyalurkan minat dan bakatnya melalui kegiatan yang positif. E-sports hari ini sudah berkembang menjadi olahraga prestasi, sehingga menurut kami penting bagi organisasi kepemudaan untuk ikut membuka ruang dan mendukung perkembangan potensi mereka,” kata Egi.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi pengembangan potensi pemain e-sports di Bantargebang. Menurutnya, kompetisi lokal perlu terus dihidupkan agar pemain muda memiliki ruang untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mendapatkan pengalaman sebelum melangkah ke kompetisi yang lebih tinggi.
“Mudah-mudahan turnamen ini menjadi langkah awal untuk menemukan bibit-bibit baru dari Bantargebang. Kami juga berharap ke depan kolaborasi dengan ESI Kota Bekasi dan berbagai pihak bisa terus diperkuat, sehingga para pemain yang memiliki potensi tidak hanya berhenti di kompetisi tingkat lokal, tetapi bisa mendapatkan pembinaan dan kesempatan berprestasi di level yang lebih tinggi,” lanjutnya.
Hal senada disampaikan Humas ESI Kota Bekasi, Farah, yang mengapresiasi GP Ansor Kecamatan Bantargebang karena telah membuka ruang kompetisi bagi para pemain muda.
“Kami sangat mengapresiasi GP Ansor Kecamatan Bantargebang yang sudah memberikan ruang bagi anak-anak muda untuk berkompetisi dan menyalurkan bakatnya melalui e-sports. Jangan berkecil hati hanya karena hari ini bermain dari warkop atau komunitas kecil, karena banyak juga pemain yang sekarang menjadi bagian dari binaan ESI Kota Bekasi yang awalnya tumbuh dari tempat-tempat seperti itu,” ujar Farah.
Farah mendorong para peserta untuk menjadikan turnamen tersebut sebagai pengalaman penting dalam perjalanan mereka di dunia e-sports. Ia menilai kesempatan untuk berkompetisi secara rutin dapat membantu pemain mengukur kemampuan sekaligus membuka peluang untuk mendapatkan perhatian dalam proses pembinaan.
Turnamen tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi PDI Perjuangan sekaligus Pembina ESI Kota Bekasi H. Ahmad Faisyal Hermawan, Anggota DPRD Kota Bekasi Fraksi PDI Perjuangan H. Anton, Lurah Sumurbatu Hj. Nani Nariah, Kapospol Sumurbatu IPTU Kasim, Ketua Pimpinan Ranting GP Ansor Kelurahan Sumurbatu Aa Muhammad Zaenudin, serta Ketua BKM Kelurahan Sumurbatu Hepi Haerul Saleh.
Kehadiran berbagai unsur tersebut turut memperkuat dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan kepemudaan berbasis e-sports di wilayah Bantargebang. Turnamen ini diharapkan menjadi langkah awal bagi lahirnya kompetisi-kompetisi serupa sekaligus membuka ruang pembinaan bagi pemain potensial dari tingkat komunitas.***



Tinggalkan Balasan