GUGAH – Kebakaran melanda permukiman warga di Kampung Satron, Desa Parumasan, Kecamatan Sodonghilir, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (5/8/2026). Sedikitnya 11 rumah warga dan satu bangunan MTs Al-Hidayah terdampak dalam peristiwa yang diduga dipicu korsleting listrik.
Kebakaran bermula dari salah satu rumah warga sebelum api dengan cepat membesar dan menjalar ke bangunan di sekitarnya. Kondisi angin yang bertiup cukup kencang saat kejadian mempercepat penyebaran kobaran api hingga menghanguskan permukiman.
Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, mengatakan angin menjadi faktor utama yang membuat api sulit dikendalikan.
“Iya, karena angin kencang api semakin membesar, dan akhirnya menyambar bangunan lain di sekitarnya,” kata Jembar, Kamis (6/8/2026).
Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 12 bangunan terdampak. Rinciannya, enam rumah warga ludes terbakar, dua rumah mengalami kerusakan sedang, tiga rumah rusak ringan, serta satu bangunan MTs Al-Hidayah Satron mengalami kerusakan sedang.
“ Selain itu, satu bangunan sekolah yaitu MTs Al-Hidayah Satron mengalami kerusakan sedang. Total kerugian material dari bencana kebakaran ini diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar,” kata Jembar.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, petugas gabungan dari Tagana, Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, TNI, Polri, serta masyarakat setempat langsung melakukan upaya pemadaman dan penanganan di lokasi.
Proses pemadaman sempat mengalami kendala karena sumber air berada cukup jauh dari lokasi kebakaran sehingga distribusi air ke titik api membutuhkan waktu lebih lama.
“Proses pemadaman sempat terkendala karena sulitnya akses sumber air yang berada cukup jauh dari titik kebakaran,” ujar Jembar.
Setelah berjibaku selama sekitar lima jam, api akhirnya berhasil dipadamkan. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
“Alhamdulillah api berhasil dipadamkan setelah 5 jam dilakukan upaya pemadaman. Tidak ada korban dalam kejadian itu. Kami mengimbau, warga tetap waspada dan selalu memperhatikan instalasi listrik di rumah masing-masing agar tidak terjadi korsleting,” katanya.***



Tinggalkan Balasan