GUGAH – Proses seleksi Rektor Universitas Galuh (Unigal) Ciamis untuk masa bakti 2026-2030 telah rampung. Ketua Dewan Pembina Unigal, Agun Gunandjar Sudarsa, menjelaskan bahwa seleksi berjalan secara bertahap melalui penilaian pengurus dan tim independen yang dipimpin oleh Prof. Uman dan Prof. Syamsu.
Dari total 13 dosen yang memenuhi syarat, proses penyaringan mengerucutkan menjadi lima kandidat untuk menjalani uji publik.
Tahapan tersebut kemudian menyisakan dua kandidat akhir, yaitu Dr. Tita Rohita dan Dr. Dewi.
Melalui proses ini, Dr. Tita Rohita akhirnya terpilih sebagai Rektor Unigal yang baru. Kemenangannya juga mendapat dukungan penuh dari Dr. Dewi, yang secara berlapang dada mengakui keunggulan jam terbang koleganya tersebut.
Usai pelantikan, tugas berat sudah menanti rektor baru. Agun menyebut Unigal saat ini dihadapkan pada tren penurunan jumlah mahasiswa baru fenomena yang menurutnya juga tengah terjadi di berbagai kampus lain.
Selain masalah pendaftaran, pihak yayasan juga menyoroti adanya sekitar 850 mahasiswa lama yang studinya mandek (stagnan). Terkait dua persoalan krusial ini, Dewan Pembina meminta rektorat segera melakukan riset mendalam untuk memetakan akar penyebabnya.
Agun menekankan pentingnya mengawal visi Unigal sebagai kampus konservasi budaya. Ia meluruskan bahwa konservasi budaya di Unigal tidak boleh hanya terjebak pada urusan seni tari atau sekadar ritual berkunjung ke situs-situs bersejarah. Visi ini harus mewujud dalam implementasi nilai-nilai lokal, yaitu Budaya Galuh yang berlandaskan asas asah, asih, dan asuh.
“Contoh konkretnya adalah penegakan kawasan bebas rokok, pembiasaan pola hidup bersih di lingkungan kampus, hingga rencana penggunaan busana adat Galuh pada hari-hari tertentu,” ujar Agun.*



Tinggalkan Balasan