GUGAH – Pengurus Kecamatan Komite Nasional Pemuda Indonesia (PK KNPI) Rancasari resmi mengemban amanah baru melalui pelantikan yang digelar di Aula Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, pada Minggu, 5 Juli 2026.
Momen pergantian kepemimpinan ini dirangkai dengan kegiatan orientasi kepemudaan, sebagai bekal bagi para pengurus untuk melangkah dengan arah dan tanggung jawab yang jelas.
Bagi Ketua DPK KNPI Rancasari, Rama Guna Wibawa, pelantikan bukan sekadar seremonial belaka atau pergantian nama dalam struktur organisasi. Ia memandang momen ini sebagai titik awal pengabdian yang sesungguhnya, di mana kepercayaan yang diberikan harus diwujudkan dalam karya nyata.
“Bagi kami, pelantikan hari ini bukan sekadar pergantian kepengurusan atau seremoni organisasi. Ini adalah amanah luhur untuk menghadirkan KNPI yang lebih dekat dengan pemuda, lebih peka terhadap kebutuhan masyarakat, dan benar-benar memberi manfaat bagi warga Rancasari,” ujarnya.
Dalam menjalankan amanah ini, kepengurusan baru menetapkan tiga pilar program prioritas yang disusun atas dasar kepedulian dan kebutuhan warga.
Pertama, program Sorot UMKM, sebuah langkah nyata untuk membangkitkan perekonomian akar rumput. Melalui promosi secara cuma-cuma, KNPI berupaya membantu para pelaku usaha kecil dan menengah memperluas jangkauan pasar, agar keringat dan jerih payah mereka mendapatkan tempat dan penghargaan yang layak.
Kedua, Care Movement, wujud nyata kepedulian sosial. Program ini berupa pembagian sembako secara teratur kepada keluarga yang membutuhkan, sebagai bentuk berbagi dan meringankan beban hidup sesama, terutama di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat.
Ketiga, Titian Cita, jembatan harapan bagi generasi muda. Program ini bertugas mendampingi anak-anak yang terputus akses pendidikannya, agar mereka dapat kembali menempuh ilmu dan meraih cita-cita yang selama ini diimpikan. Sebab, masa depan bangsa tidak boleh terhalang oleh keterbatasan keadaan.
Dengan tiga program ini, KNPI Rancasari bertekad menjadi organisasi kepemudaan yang tidak hanya tampil dalam kegiatan seremonial, melainkan hadir sebagai solusi atas kebutuhan masyarakat. Pemuda yang bijak adalah mereka yang mampu menjadikan kekuatan dan semangatnya sebagai penggerak kesejahteraan, jembatan harapan, dan perekat kebersamaan di tengah masyarakat.*



Tinggalkan Balasan