GUGAH – Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Purwakarta menggelar audiensi dengan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Purwakarta. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal memperkuat sinergi dalam pembinaan generasi muda melalui berbagai program strategis.
Audiensi yang berlangsung di Kantor Kemenag Purwakarta itu dihadiri langsung oleh Kepala Kemenag beserta jajaran. Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan juga membahas kolaborasi untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi pelajar saat ini.
Juru bicara PC IPNU-IPPNU Purwakarta, Chandra Aditya Nurriefan, mengatakan pihaknya membawa sejumlah gagasan yang telah disepakati dalam kepengurusan baru.
“Kami ingin membangun kolaborasi yang lebih kuat dengan Kemenag agar seluruh program pembinaan pelajar dapat berjalan lebih maksimal dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah kerja sama pencegahan kenakalan remaja, penyalahgunaan teknologi digital, hingga penyebaran paham radikalisme.
Melalui seminar, penyuluhan, dan edukasi di sekolah, IPNU-IPPNU siap menjadi mitra Kemenag dalam memperkuat moderasi beragama sekaligus membentengi pelajar dari bahaya judi online, perundungan (bullying), serta berbagai persoalan sosial lainnya.
Tak hanya itu, organisasi pelajar Nahdlatul Ulama tersebut juga memperkenalkan program IPNU-IPPNU Goes to School yang akan menyasar seluruh Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) di Kabupaten Purwakarta.
Program ini berisi pendidikan kepemimpinan, penguatan karakter, literasi organisasi, hingga kampanye anti-bullying yang diharapkan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan produktif.
Dalam kesempatan tersebut, IPNU-IPPNU juga memaparkan pelaksanaan Pesantren Ramadan yang setiap tahun digelar secara serentak di 17 kecamatan.
Kegiatan tersebut melibatkan lebih dari 2.000 peserta dengan dukungan pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus majelis taklim, pondok pesantren, hingga kalangan pemuda.
Sebagai inovasi baru, IPNU-IPPNU turut mengusulkan pembentukan Kemenag-IPNU Corner, sebuah pusat layanan pembinaan pelajar yang menyediakan konsultasi keagamaan, edukasi kesehatan mental berbasis Islam, bimbingan pranikah usia remaja, serta ruang pengaduan kekerasan di lingkungan sekolah.
Menanggapi berbagai usulan tersebut, Kepala Kemenag Purwakarta menyampaikan apresiasi atas semangat dan gagasan yang dibawa oleh kepengurusan baru IPNU-IPPNU.
Menurutnya, organisasi pelajar NU memiliki potensi besar menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun karakter generasi muda.
Kemenag juga mengajak IPNU-IPPNU mendukung program bimbingan pranikah bagi remaja sebagai upaya menekan angka pernikahan dini dan perceraian.
Selain itu, Kemenag mengenalkan program pembibitan dan penanaman pohon yang diharapkan dapat melibatkan pelajar dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan.
Dalam audiensi tersebut, Kemenag Purwakarta juga memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program IPNU-IPPNU Goes to School, termasuk membuka akses bagi organisasi untuk mengisi berbagai kegiatan di MTs dan MA se-Kabupaten Purwakarta.
Audiensi ditutup dengan komitmen bersama untuk segera merealisasikan berbagai program yang telah disepakati.
Kolaborasi antara Kemenag dan IPNU-IPPNU diharapkan mampu melahirkan generasi muda Purwakarta yang unggul secara intelektual, kuat dalam nilai keagamaan, peduli terhadap lingkungan, serta tangguh menghadapi berbagai tantangan sosial di era digital.***



Tinggalkan Balasan