IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, Bidik Level Psikologis 6.000

|

GUGAH – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (11/6/2026) setelah sehari sebelumnya ditutup naik 2,71% ke level 5.902.

Phintraco Sekuritas menilai momentum rebound masih terjaga seiring membaiknya sejumlah indikator teknikal. Pada perdagangan sebelumnya, IHSG mampu bertahan di atas MA5 dan ditutup di area MA10. Indikator Stochastic RSI terus menguat, sementara histogram MACD semakin menyempit dan berpotensi membentuk golden cross.

“Sehingga diperkirakan IHSG berpeluang menguji level psikologis di level 6000,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Kamis (11/6/2026).

Baca Juga:  Harga Emas Hari Ini Naik, Cek Daftar Lengkap Antam, UBS, dan Galeri24

Sentimen positif juga datang dari penguatan rupiah dan koreksi harga minyak dunia. Pada perdagangan Rabu (10/6/2026), rupiah menguat 0,63% ke level Rp17.944 per dolar AS.

Dari dalam negeri, penjualan mobil nasional masih menunjukkan tren positif. Penjualan mobil baru pada Mei 2026 tercatat mencapai 69.219 unit atau tumbuh 14% secara tahunan. Secara kumulatif, penjualan selama Januari–Mei 2026 mencapai 359.015 unit, naik 12,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga:  Harga Emas Antam Masih Tertahan di Bawah Rp2,8 Juta per Gram, Buyback Tak Bergerak

Meski demikian, pelaku pasar tetap mencermati sejumlah risiko yang berpotensi membatasi penguatan IHSG. Salah satunya penurunan Indeks Keyakinan Konsumen menjadi 120,9 pada Mei 2026, level terendah sejak September tahun lalu. Kondisi ini mencerminkan melemahnya persepsi masyarakat terhadap situasi ekonomi saat ini.

Sementara itu, Pilarmas Investindo Sekuritas menilai sentimen eksternal kembali membayangi pasar setelah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah menyusul serangan terbaru Amerika Serikat terhadap Iran.

Menurut Pilarmas, eskalasi konflik berpotensi mendorong kenaikan inflasi global melalui lonjakan harga energi dan pupuk, yang pada akhirnya dapat meningkatkan biaya transportasi, logistik, serta harga pangan.

Baca Juga:  IHSG Berpotensi Uji Level 5.500, Sentimen Domestik Masih Membayangi Pasar

“Dengan adanya kenaikan inflasi Amerika, kami melihat potensi The Fed menaikkan tingkat suku bunga akan semakin terbuka lebar di tahun ini,” tulis Pilarmas dalam risetnya.

Di tengah sentimen tersebut, Pilarmas memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang support 5.740 dan resistance 6.100. Reli yang terjadi dalam beberapa hari terakhir dinilai masih rentan terhadap tekanan apabila sentimen eksternal kembali mendominasi pergerakan pasar.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran