GUGAH – Gubernur Banten Andra Soni menerima kunjungan jajaran Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII) di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Rabu (10/6/2026). Dalam pertemuan tersebut, Andra menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kepelajaran dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Andra mengapresiasi eksistensi PII yang telah berkiprah sejak tahun 1947 dan dinilai memiliki kontribusi besar dalam dunia pendidikan serta melahirkan banyak tokoh nasional.
“Kami mengapresiasi PII yang terus eksis dari 1947 hingga saat ini. Banyak tokoh besar yang lahir dari PII,” ujar Andra Soni.
Menurutnya, keberadaan PII menjadi bagian penting dalam mencetak generasi muda yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki jiwa kepemimpinan. Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten membuka ruang seluas-luasnya bagi organisasi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan daerah.
“Saya terbuka untuk seluruh kelompok pelajar, mahasiswa, dan masyarakat yang ingin berdialog, yang ingin berkontribusi dalam pembangunan daerah,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Andra juga memaparkan berbagai upaya Pemprov Banten dalam meningkatkan kualitas SDM melalui sektor pendidikan. Salah satunya melalui Program Sekolah Gratis bagi siswa SMA, SMK, dan SKh swasta yang mulai dijalankan sejak 2025.
“Saat ini Pemprov Banten juga fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pada tahun 2025 kita telah memulai program sekolah gratis untuk SMA, SMK, dan SKH swasta. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan akses bagi anak-anak kita untuk memperoleh pendidikan,” jelasnya.
Program tersebut, lanjut Andra, akan diperluas pada 2026 dengan menjangkau Madrasah Aliyah (MA) swasta agar semakin banyak pelajar memperoleh akses pendidikan tanpa terkendala biaya.
Karena itu, ia berharap seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kepelajaran seperti PII, dapat mendukung dan berkolaborasi dalam menyukseskan berbagai program peningkatan kualitas pendidikan di Provinsi Banten.
“Kami harap program ini mendapatkan dukungan semua pihak dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di Provinsi Banten,” imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Andra juga menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Provinsi Banten sebagai tuan rumah Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) PB PII yang akan digelar pada Juni 2026.
“Selamat menyelenggarakan Rapimnas. Terima kasih telah memilih Banten sebagai tuan rumah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum PB PII Kevin Prayoga mengatakan Rapimnas PB PII akan berlangsung pada 12–14 Juni 2026 dan diikuti perwakilan PII dari 34 provinsi di Indonesia.
“Insya Allah, PB PII akan melaksanakan Rapimnas pada 12 sampai 14 Juni. Rapimnas ini untuk sosialisasi agenda-agenda PB PII selama satu periode, yaitu 2026 sampai 2028,” kata Kevin.
Menurutnya, forum tersebut menjadi sarana untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mempererat silaturahmi kader PII dari seluruh Indonesia.
Kevin juga menyatakan kesiapan PII untuk menjadi mitra strategis Pemprov Banten dalam mendukung pengembangan kapasitas pelajar, khususnya di bidang kepemimpinan dan keterampilan non-akademik.
“Ketika fokus pendidikan itu sudah diberikan oleh pemerintah, kami ingin PII mendapatkan ruang untuk menjadi mitra strategis Provinsi Banten dalam mengembangkan kemampuan pelajar, baik itu public speaking, leadership, maupun berbagai soft skills lainnya,” katanya.
Ia menilai Program Sekolah Gratis yang dijalankan Pemprov Banten merupakan langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Menurutnya, pendidikan merupakan fondasi utama dalam mencetak generasi unggul dan berintegritas.
“Bagi kami, pendidikan adalah harga mati. Ketika pemerintah memfokuskan pada kualitas pendidikan, saya meyakini pendidikan kita akan melahirkan orang-orang yang hebat dan punya integritas,” ujarnya.***



Tinggalkan Balasan