BMKG: El Nino Masih Pengaruhi Cuaca Jawa Barat, Hujan Berpotensi Berkurang Sepekan ke Depan

|

GUGAH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas I Bandung memprediksi fenomena El Nino masih akan memengaruhi kondisi cuaca di Jawa Barat selama periode 9–15 Juni 2026. Dampaknya, curah hujan di sejumlah wilayah diperkirakan mengalami penurunan dibandingkan pekan sebelumnya.

Kepala BMKG Bandung, Edi Wibowo, mengatakan hasil analisis iklim global terbaru menunjukkan El Nino masih aktif memengaruhi pola cuaca di Indonesia, termasuk Jawa Barat. Hal tersebut tercermin dari nilai indeks Nino 3.4 yang berada di angka +0,69 dan Southern Oscillation Index (SOI) sebesar -18,9.

“Fenomena El Nino masih berpotensi mengurangi curah hujan di sebagian wilayah Indonesia, termasuk Jawa Barat. Sementara itu, pengaruh Madden-Julian Oscillation (MJO) terhadap wilayah Indonesia diprakirakan tidak signifikan dalam sepekan ke depan,” ujar Edi, Selasa (9/6/2026).

Baca Juga:  Truk Box Tergelincir di Jembatan Cimanuk Sumedang, Nyaris Terjun ke Sungai Akibat Jalan Licin

Meski demikian, BMKG menegaskan peluang hujan ringan hingga sedang masih dapat terjadi di sejumlah wilayah Jawa Barat, terutama pada sore hingga malam hari.

Selain itu, masyarakat juga diminta tetap mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang. Cuaca ekstrem tersebut diperkirakan terjadi secara lokal dengan durasi relatif singkat.

Menurut Edi, kondisi cuaca pada masa peralihan musim seperti saat ini cenderung sulit diprediksi dan dapat berubah secara cepat. Karena itu, kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi tetap perlu ditingkatkan.

Baca Juga:  Kinerja APBD Jawa Barat April 2026 Catat Surplus Rp11,9 Triliun

BMKG mengingatkan potensi banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang masih dapat terjadi di sejumlah daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk terus memperbarui informasi cuaca resmi dari BMKG dan memahami potensi bencana yang ada di lingkungan masing-masing agar dapat melakukan langkah antisipasi sejak dini,” katanya.

Edi menambahkan, upaya mitigasi sederhana dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi risiko bencana. Di antaranya dengan menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, membersihkan saluran air, serta memperkuat budaya gotong royong dalam menjaga lingkungan sekitar.

Baca Juga:  GP Ansor Kota Bekasi Dukung Penguatan Bank Sampah dari Dana RW Rp100 Juta, Desak Sanksi Tegas Oknum RW Nakal

“Masyarakat diharapkan mengenali potensi bencana di wilayahnya dan memahami langkah-langkah pengurangan risiko, seperti menjaga kebersihan lingkungan dan memperbaiki sistem drainase secara bersama-sama,” ujarnya.

BMKG menegaskan bahwa meskipun tren curah hujan di Jawa Barat cenderung menurun akibat pengaruh El Nino, potensi cuaca ekstrem masih tetap ada. Hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang berpeluang terjadi secara lokal dan tiba-tiba di sejumlah wilayah dalam beberapa hari ke depan.

Karena itu, masyarakat diminta tetap waspada, terutama saat beraktivitas di luar ruangan maupun di kawasan yang rawan bencana hidrometeorologi.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran