Tahun Baru Islam menjadi salah satu momen penting bagi umat Muslim untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri atas perjalanan hidup selama setahun terakhir.
Pergantian tahun Hijriah bukan sekadar perubahan angka dalam kalender, melainkan kesempatan untuk memperbaiki diri, memperbanyak ibadah, dan memanjatkan doa kepada Allah SWT.
Menyambut datangnya 1 Muharram 1448 Hijriah, umat Islam dianjurkan membaca doa akhir tahun dan doa awal tahun sebagai bentuk rasa syukur, permohonan ampunan, serta harapan akan keberkahan di tahun yang baru.
Keutamaan Bulan Muharram
Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah dan termasuk salah satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah SWT.
Selain menjadi penanda tahun baru Islam, bulan Muharram juga memiliki banyak keutamaan. Salah satunya adalah puasa Asyura pada 10 Muharram yang memiliki keistimewaan besar.
Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa-dosa setahun yang telah lalu.” (HR Muslim).
Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh, zikir, doa, membaca Al-Qur’an, serta berbagai ibadah lainnya sepanjang bulan Muharram.
Waktu Membaca Doa Akhir dan Awal Tahun
Mengutip berbagai literatur ulama yang juga dipublikasikan oleh NU Online, doa akhir tahun dan awal tahun dianjurkan dibaca masing-masing sebanyak tiga kali.
1. Doa Akhir Tahun
Doa akhir tahun dibaca sebanyak tiga kali pada hari terakhir bulan Dzulhijjah sebelum masuk waktu Maghrib.
Doa ini berisi permohonan ampun atas segala dosa, kelalaian, dan kesalahan yang dilakukan selama setahun terakhir.
2. Doa Awal Tahun
Doa awal tahun dibaca sebanyak tiga kali setelah salat Maghrib pada malam 1 Muharram.
Doa ini berisi permohonan perlindungan kepada Allah SWT dari godaan setan, kekuatan untuk melawan hawa nafsu, serta harapan agar diberikan kemudahan menjalani kehidupan yang lebih baik.
Dalam kitab-kitab ulama Nusantara disebutkan bahwa membaca doa awal tahun menjadi salah satu ikhtiar spiritual untuk memohon penjagaan Allah SWT sepanjang tahun yang akan datang.
Bacaan Doa Akhir Tahun Hijriah
Latin:
Allahumma ma amiltu min amalin fi hadzihis sanati ma nahaitani anhu wa lam atub minhu, wa hamalta fiha alayya bi fadhlika ba’da qudratika ala uqubati, wa da’autani ilat taubati min ba’di jara’ati ala ma’shiyatik. Fa inni astaghfiruka faghfirli, wa ma amiltu fiha mimma tardha wa wa’attani alaihits tsawaba fa as’aluka an tataqabbala minni wa la taqtha’ raja’i minka ya karim.
Artinya:
“Ya Allah, aku memohon ampun atas segala perbuatan di tahun ini yang Engkau larang, namun belum sempat aku sesali. Atas segala dosa yang Engkau tangguhkan hukumnya karena kemurahan-Mu, serta atas segala kemaksiatan yang telah aku lakukan. Aku memohon ampun kepada-Mu, maka ampunilah aku. Dan atas amal-amal yang Engkau ridhai serta Engkau janjikan pahala atasnya, aku memohon agar Engkau menerimanya. Janganlah Engkau putuskan harapanku kepada-Mu, wahai Zat Yang Maha Pemurah.”
Bacaan Doa Awal Tahun Hijriah
Latin:
Allahumma antal abadiyyul qadimul awwal, wa ala fadhlikal azhimi wa karimi judikal mu’awwal. Hadza amun jadidun qad aqbal. As’alukal ishmata fihi minas syaithani wa auliya’ihi wal auna ala hadzihin nafsil ammarati bis su’, wal isytighala bima yuqarribuni ilaika zulfa ya dzal jalali wal ikram.
Artinya:
“Ya Allah, Engkau adalah Zat Yang Maha Abadi, Maha Dahulu, dan Maha Awal. Dengan karunia-Mu yang agung dan kemurahan-Mu yang mulia, tahun baru ini telah datang. Aku memohon perlindungan kepada-Mu dari godaan setan dan para pengikutnya. Aku memohon pertolongan-Mu untuk mengendalikan hawa nafsu yang selalu mengajak kepada keburukan. Bimbinglah aku agar senantiasa melakukan hal-hal yang mendekatkanku kepada-Mu, wahai Tuhan Yang Memiliki Keagungan dan Kemuliaan.”
Sambut Tahun Baru Islam dengan Muhasabah dan Amal Saleh
Pergantian tahun Hijriah hendaknya menjadi momentum untuk mengevaluasi diri dan memperbaiki kualitas ibadah. Selain membaca doa akhir dan awal tahun, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak amal kebaikan seperti bersedekah, berzikir, membaca Al-Qur’an, serta menjalankan puasa sunnah di bulan Muharram.
Tahun Baru Islam bukanlah perayaan yang identik dengan kemeriahan, melainkan momentum hijrah menuju pribadi yang lebih baik, lebih taat, dan lebih dekat kepada Allah SWT.
Semoga di Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, seluruh umat Muslim diberikan kesehatan, keberkahan, rezeki yang halal, kemudahan dalam segala urusan, serta akhir kehidupan yang husnul khatimah. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.***



Tinggalkan Balasan