GUGAH – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan di zona hijau pada Selasa (2/6/2026), meski pasar masih dibayangi pelemahan nilai tukar rupiah dan aksi jual investor asing.
Berdasarkan data RTI Infokom, IHSG ditutup menguat 68,04 poin atau 1,11 persen ke level 6.195. Penguatan tersebut menjadi sinyal positif setelah pasar bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan.
Nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp25,38 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 31,15 miliar saham.
Meski indeks menguat, pergerakan saham sebenarnya masih menunjukkan tekanan. Tercatat hanya 281 saham yang menguat, sementara 389 saham melemah dan 147 saham lainnya bergerak stagnan.
Kenaikan IHSG kali ini lebih banyak ditopang oleh saham-saham berkapitalisasi besar, terutama dari sektor energi yang menjadi pemimpin penguatan.
Sektor energi tercatat melonjak 1,78 persen dan menjadi penopang utama laju indeks. Di tengah dinamika pasar global dan pergerakan harga komoditas, sektor ini kembali menarik minat investor.
Sebaliknya, sektor transportasi menjadi pemberat terbesar setelah terkoreksi hingga 3,2 persen. Pelemahan juga terjadi pada sejumlah sektor lain sehingga membuat penguatan IHSG tidak merata.
Bursa Asia Kompak Menghijau
Sentimen positif tidak hanya terjadi di Indonesia. Bursa saham di kawasan Asia mayoritas juga ditutup menguat.
Indeks Hang Seng di Hong Kong memimpin penguatan dengan kenaikan 2,52 persen, disusul Straits Times Singapura yang naik 1,09 persen dan Shanghai Composite China yang menguat 0,43 persen.
Sementara itu, indeks Nikkei 225 Jepang menjadi satu-satunya indeks utama di Asia yang ditutup melemah sebesar 0,30 persen.
Sentimen Global Masih Positif
Optimisme investor juga terlihat di pasar Eropa dan Amerika Serikat.
Di Eropa, indeks DAX Jerman menguat 1,07 persen, sedangkan FTSE 100 Inggris naik 0,32 persen.
Sementara di Wall Street, ketiga indeks utama masih bergerak di zona hijau. Indeks S&P 500 naik 0,26 persen, NASDAQ Composite menguat 0,42 persen, dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,09 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan sentimen pasar global masih relatif positif, meskipun pelaku pasar tetap mencermati sejumlah risiko ekonomi, mulai dari gejolak geopolitik hingga arah kebijakan suku bunga bank sentral dunia.
Dengan dukungan sentimen eksternal yang membaik dan menguatnya sektor energi, pasar saham Indonesia berhasil menutup perdagangan hari ini dengan catatan positif, sekaligus memberikan harapan bagi investor di tengah tekanan yang masih membayangi pasar keuangan domestik.***


Tinggalkan Balasan