OTW Musda, Golkar Purwakarta Segera Bentuk Panitia

|

GUGAH – Menindaklanjuti instruksi DPP Partai Golkar yang mewajibkan seluruh Musyawarah Daerah (Musda) tingkat kabupaten dan kota rampung dilaksanakan paling lambat Agustus 2026, jajaran DPD Partai Golkar Kabupaten Purwakarta segera menyusun langkah strategis. Dalam waktu dekat akan digelar rapat pleno guna membentuk dan menetapkan struktur panitia pelaksana Musda.

“Hari Rabu pekan ini kita segera menggelar pleno untuk menyusun struktur panitia Musda,” ungkap sumber internal Partai Golkar Purwakarta kepada awak media, Senin (27/7/2026).

Seperti dilansir sejumlah media online, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat, Daniel Mutaqien Syafiuddin, menegaskan bahwa pelaksanaan Musda di seluruh Jawa Barat akan dimulai pada 22 Juli 2026. Pihaknya telah mengumpulkan seluruh Ketua DPD se-Jawa Barat untuk menyusun jadwal dan tahapan pelaksanaan guna menetapkan kepemimpinan baru di setiap daerah.

“Secepatnya akan digelar Musda se-Jawa Barat sesuai instruksi DPP, sehingga kita bisa terus mempercepat pelayanan dan kerja nyata untuk masyarakat,” kata Daniel.

Baca Juga:  Menakar Kapabilitas Saepul Bahri Binzein: Disebut ‘Boneka’ Dedi Mulyadi Saja Terlalu Mewah

Perhatian publik maupun internal partai kini tertuju pada siapa sosok yang akan memimpin Partai Golkar Purwakarta pada periode mendatang. Sejumlah nama mulai santer disebut-sebut sebagai calon potensial yang dinilai memiliki kapasitas, basis massa, serta rekam jejak pengabdian yang mumpuni.

Salah satu nama yang mencuat adalah Yogie Mochamad, Ketua PDK Kosgoro 1957 Kabupaten Purwakarta. Selain itu, muncul pula nama-nama dari kalangan legislatif yang telah lama berkiprah, antara lain Mesakh Supriadi, Dias Rukmana Praja, dan Jhon Kamal. Ketiganya merupakan Anggota Fraksi Golkar di DPRD Kabupaten Purwakarta yang memiliki rekam jejak perjuangan yang jelas di tengah masyarakat.

Kehadiran beragam latar belakang kader ini menandakan persaingan yang diprediksi akan berjalan sehat, sekaligus menjadi ruang bagi regenerasi dan penyegaran kepemimpinan.

Satu hal yang sudah pasti adalah petahana, Anne Ratna Mustika, yang juga mantan Bupati Purwakarta, dipastikan tidak maju kembali. Keputusan ini diambil seiring dengan penugasan khusus di DPD Golkar Jabar

Baca Juga:  30 Tahun Kudatuli, PDIP Purwakarta Tegaskan Tetap Bersama Rakyat

Kepercayaan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kader Purwakarta sekaligus bukti pengakuan atas dedikasi yang telah diberikan. Dengan tidak majunya petahana, peluang bagi kader lain untuk berkontestasi semakin terbuka lebar.

Terpisah, Kader Senior Partai Golkar Purwakarta yang juga mantan Anggota DPRD Purwakarta periode 2004–2009, Agus M. Yasin, mengingatkan agar Musda tidak sekadar menjadi ajang pergantian figur, melainkan momen pembenahan menyeluruh.

“Golkar tidak hanya membutuhkan ketua yang mumpuni secara personal, tetapi juga struktur kepengurusan yang mengakar, solid, dan bekerja secara kolektif. Kepemimpinan yang hanya bertumpu pada satu orang tanpa ditopang mesin organisasi yang hidup, hanyalah ilusi kekuatan yang tampak besar di permukaan, namun rapuh di dalam,” ujar Kang Agus.

Baca Juga:  Kasus Ustaz Cabul di Purwakarta, Aktivis Perempuan Desak Pesantren Miliki SOP Perlindungan Anak

Ia menekankan bahwa kepengurusan harus diisi oleh mereka yang siap bekerja, bukan sekadar menikmati jabatan. Kader harus hadir di tengah masyarakat, memahami persoalan riil, dan memikul tanggung jawab nyata.

“Tantangan politik ke depan semakin berat, terutama pasca Pemilihan Umum dan Pemilihan Kepala Daerah 2024 yang menjadi peringatan keras. Hilangnya dominasi harus dibaca sebagai sinyal perlunya pembenahan total mulai dari rekrutmen hingga strategi pemenangan,” tambahnya.

Agus mengingatkan agar Musda menjadi sarana konsolidasi, bukan ajang transaksi kepentingan atau kompromi kelompok. Friksi dan ego sektoral harus dikesampingkan demi persatuan yang kokoh.

“Jika ingin merebut kembali kepercayaan rakyat, Golkar harus berani berubah hari ini. Musda harus menjadi titik balik yang melahirkan kepengurusan yang tegas, terukur, berpihak pada kerja nyata, mengakar, dan solid bekerja secara bersama-sama. Itulah jalan untuk membangun kembali kejayaan Golkar di masa depan,” pungkasnya.***

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran