GUGAH – Seluruh umat islam di belahan dunia menyambut dan memeriahkan Tahun Baru Islam, berdasarkan Kalender Hijriyah. Setiap negara memiliki tradisi berbeda-beda, salah satunya di Tanah Nusantara. Tahun baru Islam dengan menggelar pawai obor.
Kepala Desa Beber, Kecamatan Cimaragas, Kabupaten Ciamis Abdul Wahid Miftah Sofa, mengemas pawai obor tahun baru islam lebih cantik lagi.
Kemeriahan pawai obor menyambut bulan pertama tahun Hijriyyah, Muharram, juga dilakukan ummat islam Desa Beber, Senin (15/6/2026) malam. Anak-anak, pemuda, orangtua, bergerak keluar dari rumah mereka, lalu berkumpul dan bergerak dari satu titik kumpul ke titik kumpul berikutnya, sambil menggenggam abor yang menyala.
Peristiwa budaya ini, menggambarkan hijrah (bepindah), dari satu tempat ke tempat lain, dari satu keadaan ke keadaan yang lebih baik.
“Api yang menyala pada obor, menggambaran perpindahan dari kegelapan kepada masa yang terang benderang, (minadzuluumati ila nnuur). Bentuk hijrah, sepertihalnya Hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah, yang menjadi titi mangsa awal Muharram atau Tahun Baru Hijriyyah,” ujae Pimpinan Yayasan Pendidikan Islam Magna Shopa Cimaragas, David Firdaus.
Iring-iringan pawai tak sekadar memberikan nuansa cahaya indah dari api obor, namun juga suasana yang lebih menyentuh karena sepanjang perjalanan pembacaan Sholawat terus menggema.
Sampai pada titik kumpul, dimana acara akbar digelar, beberapa orang pembawa api obor membentuk formasi huruf, Desa Beber. Formasi Desa Beber ini menjadi bagian seni indah. Formasi api membentuk Desa Beber.
Kegiatan keislaman, mulai pembacaan sholawat, istigosah, dan siraman rohani pun digelar di sana, sampai malam pergantian tahun.
Panitia perayaan hari besar islam Desa Beber juga membagikan 680 kado untuk anak-anak. Muharram berbagi menjadi tema besar.
Pada pawai ini, ada nilai tradisi islam nusantara yang dijaga, seni, budaya, dan ruh keislaman dari mengingat Hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah.*



Tinggalkan Balasan