Harlah Ke-3 GBLP PT Changshin, Sarbumusi Garut Soroti Kesejahteraan Buruh di Tengah Tekanan Biaya Hidup

|

GUGAH – Momentum Hari Lahir (Harlah) ke-3 Basis Gerakan Buruh Lapangan Pekerjaan (GBLP) K-SARBUMUSI PT Changshin dimanfaatkan sebagai ruang konsolidasi sekaligus refleksi perjuangan kaum pekerja di Kabupaten Garut. Kegiatan yang digelar di Rumah Makan Botram Tanjung, Kampung Cileungsing RT 003 RW 006, Desa Pasawahan, Kecamatan Tarogong Kaler, Sabtu (13/6/2026), dihadiri jajaran pengurus serta seluruh basis K-SARBUMUSI Kabupaten Garut.

Mengusung semangat kebersamaan dan penguatan organisasi, peringatan hari lahir tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antar anggota, tetapi juga forum untuk membahas berbagai persoalan ketenagakerjaan yang saat ini menjadi perhatian para buruh, mulai dari kesejahteraan pekerja, stabilitas lapangan kerja, hingga meningkatnya biaya kebutuhan hidup yang dirasakan masyarakat pekerja.

Ketua K-SARBUMUSI Kabupaten Garut, Ramlan Gumilar, S.H menegaskan bahwa usia tiga tahun GBLP PT Changshin menjadi bukti semakin tumbuhnya kesadaran pekerja akan pentingnya organisasi sebagai wadah perjuangan yang mengedepankan dialog, kemitraan, dan penyelesaian masalah secara konstruktif.

Baca Juga:  Pelantikan MWCNU Cikajang, PCNU Garut Tekankan Percepatan Layanan dan Penguatan Ranting

Menurutnya, tantangan yang dihadapi kaum buruh saat ini tidak hanya berkaitan dengan hubungan industrial di perusahaan, tetapi juga dipengaruhi kondisi ekonomi yang berdampak langsung terhadap kehidupan pekerja dan keluarganya.

“Buruh hari ini menghadapi situasi yang tidak mudah. Harga kebutuhan pokok mengalami penyesuaian, biaya transportasi meningkat, sementara daya beli masyarakat masih perlu diperkuat. Karena itu, isu kesejahteraan pekerja harus tetap menjadi perhatian semua pihak, baik pemerintah, perusahaan maupun organisasi pekerja,” ujarnya.

Ia menilai berbagai kebijakan ekonomi nasional, termasuk isu yang berkembang terkait kemungkinan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM), harus dikaji secara hati-hati dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap kalangan pekerja. Pasalnya, setiap kenaikan biaya energi berpotensi memicu kenaikan harga barang dan jasa yang pada akhirnya membebani pengeluaran rumah tangga buruh.

Meski demikian, K-SARBUMUSI menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara keberlangsungan dunia usaha dan perlindungan terhadap hak-hak pekerja. Organisasi buruh, kata dia, harus hadir sebagai mitra strategis yang mampu menyampaikan aspirasi secara bertanggung jawab tanpa mengganggu iklim investasi dan produktivitas perusahaan.

Baca Juga:  1.200 Peket Sembako Dhuafa, Baznas Kota Bekasi: Ringankan Beban Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Selain persoalan kesejahteraan, K-SARBUMUSI Garut juga menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi tenaga kerja di tengah perkembangan industri yang semakin kompetitif. Organisasi buruh diharapkan tidak hanya berperan dalam memperjuangkan hak normatif pekerja, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi dan kebutuhan industri.

“Perjuangan buruh ke depan bukan hanya soal upah, tetapi juga bagaimana pekerja memiliki keterampilan, produktivitas, perlindungan sosial, jaminan kesehatan, serta kepastian kerja yang lebih baik. Buruh yang sejahtera akan melahirkan produktivitas yang tinggi dan berdampak positif bagi perusahaan maupun daerah,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, K-SARBUMUSI juga mengajak seluruh anggota untuk terus menjaga persatuan dan soliditas organisasi serta memperkuat komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Menurutnya, tantangan dunia ketenagakerjaan ke depan membutuhkan kolaborasi yang lebih luas agar setiap persoalan dapat diselesaikan melalui dialog dan musyawarah.

Baca Juga:  Ziarah May Day ala KSARBUMUSI Garut: Dari Makam Ulama, Spirit Perjuangan Buruh Dikuatkan

Peringatan Harlah ke-3 GBLP PT Changshin berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Selain menjadi momentum evaluasi perjalanan organisasi, kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa perjuangan meningkatkan kesejahteraan buruh harus terus dilakukan secara berkelanjutan.

K-SARBUMUSI Garut berharap ke depan hubungan industrial yang harmonis dapat terus terbangun, kesejahteraan pekerja semakin meningkat, lapangan kerja semakin terbuka, serta kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah senantiasa berpihak pada kepentingan masyarakat pekerja tanpa mengabaikan keberlangsungan dunia usaha.

“Harapan kami sederhana, buruh Garut semakin sejahtera, perusahaan berkembang, investasi tumbuh, dan hubungan industrial berjalan harmonis. Ketika semua unsur bisa berjalan beriringan, maka manfaatnya akan dirasakan oleh seluruh masyarakat,” tutup Ketua K-SARBUMUSI Kabupaten Garut.*

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran