GUGAH – Wajah baru MTsN 1 Kota Bogor kini terlihat lebih nyaman dan representatif. Ruang kelas yang sebelumnya kerap mengalami kebocoran telah direvitalisasi menjadi lingkungan belajar yang lebih modern, lengkap dengan meja dan kursi baru untuk menyambut tahun ajaran 2026/2027.
Perubahan tersebut merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Revitalisasi Madrasah yang dijalankan pemerintah untuk meningkatkan kualitas sarana pendidikan.
Transformasi itu dirasakan langsung oleh para siswa. Saat meninjau hasil revitalisasi, Menteri Agama Nasaruddin Umar sempat berbincang dengan Asyila, siswi kelas VII MTsN 1 Kota Bogor.
“Bagaimana perasaannya punya gedung madrasah baru?” tanya Menag.
“Senang, gedungnya bagus. Lebih tenang belajarnya, tidak khawatir bocor lagi,” jawab Asyila sambil tersenyum.
Bagi para siswa, bangunan baru bukan sekadar perubahan fisik, tetapi menghadirkan suasana belajar yang lebih nyaman dan mendukung proses pendidikan.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan revitalisasi madrasah bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan.
“Pemerintah, dalam hal ini Presiden Prabowo, benar-benar memberikan perhatian terhadap pendidikan. Semuanya diberikan prioritas agar anak-anak senang belajar, guru senang mengajar, dan masyarakat puas dengan hasilnya,” ujar Menag.
Menurutnya, pendidikan yang berkualitas harus didukung sarana dan prasarana yang memadai sehingga madrasah menjadi bagian penting dalam pembangunan pendidikan nasional.
Kunjungan tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Suyitno, Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum Kuswara, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bogor Afan Rangkuti.
Menko PMK Pratikno mengatakan revitalisasi satuan pendidikan merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
“Pada tahun 2025 pemerintah mengalokasikan sekitar Rp13,28 triliun untuk pembangunan dan renovasi 17.573 satuan pendidikan. Program ini dilanjutkan karena menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kualitas manusia Indonesia,” kata Pratikno.
Ia menambahkan, madrasah memiliki peran besar dalam mencetak generasi bangsa sehingga tidak boleh tertinggal dalam program revitalisasi pendidikan.
Sementara itu, Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum Kuswara menjelaskan revitalisasi MTsN 1 Kota Bogor didukung anggaran sekitar Rp5,5 miliar untuk pekerjaan fisik dan pengadaan mebel.
“Progres saat ini sudah mencapai sekitar 90 persen. Total ada 23 ruang kelas. Sebelas ruang kelas sudah selesai dan digunakan, sementara sisanya sedang dalam tahap penyelesaian akhir. Insya Allah seluruh pekerjaan selesai pada 21 Juni sehingga saat tahun ajaran baru 2026/2027 semua ruang kelas sudah dapat dimanfaatkan,” jelasnya.
Dampak revitalisasi juga terlihat dari meningkatnya minat masyarakat untuk bersekolah di madrasah. Kepala MTsN 1 Kota Bogor Ahmad Tarmiji mengungkapkan jumlah pendaftar tahun ini meningkat signifikan.
“Saya bersama dewan guru sampai terharu. Ketika anak-anak diberi tahu akan pindah ke ruang kelas baru, mereka sangat senang. Alhamdulillah, tahun ini ada 681 pendaftar, sementara daya tampung kami sekitar 320 siswa,” ujarnya.
Menurut Ahmad, revitalisasi tidak hanya memperbaiki bangunan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap madrasah.
“Dulu madrasah sering dipandang sebelah mata. Sekarang masyarakat semakin percaya dan menjadikan madrasah sebagai pilihan utama pendidikan bagi anak-anak mereka,” katanya.
Senada dengan itu, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menilai peningkatan sarana dan prasarana akan memperkuat posisi madrasah sebagai lembaga pendidikan unggulan.
“Dengan sarana dan prasarana yang semakin baik, madrasah dapat menjadi tempat pendidikan yang unggul. Daya tampung bertambah dan kualitas layanan pendidikan juga semakin meningkat,” ujarnya.
Bagi Asyila dan ratusan siswa lainnya, revitalisasi ini menghadirkan harapan baru. Kini mereka dapat belajar dengan lebih nyaman tanpa khawatir atap bocor saat hujan turun, sekaligus menikmati fasilitas yang lebih layak untuk meraih cita-cita mereka.***



Tinggalkan Balasan