GUGAH – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Pekanbaru menyampaikan kekecewaan atas keputusan pemberhentian Purwaji dari jajaran Pengurus Pusat GP Ansor.
Ketua PC GP Ansor Kota Pekanbaru, Rian Rokandi, menilai keputusan tersebut menimbulkan tanda tanya di kalangan kader, khususnya di Provinsi Riau yang selama ini menjadi salah satu wilayah pengabdian Purwaji dalam organisasi.
Menurut Rian, Purwaji merupakan kader yang memiliki kontribusi besar dalam perjalanan GP Ansor, terutama dalam penguatan kaderisasi dan pembangunan organisasi di Riau.
“Purwaji adalah kader yang telah mengabdikan diri secara total. Ia bukan sekadar bagian dari struktur, tetapi sosok yang berperan besar dalam membesarkan organisasi, terutama dalam penguatan kaderisasi dan pembangunan fondasi GP Ansor di Riau,” kata Rian, Rabu (10/6/2026).
Ia menyebut rekam jejak Purwaji selama memimpin Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Riau selama dua periode telah menghasilkan berbagai capaian penting, mulai dari penguatan jaringan kader hingga pembangunan sarana organisasi yang dinilai representatif.
Rian juga menyoroti belum adanya penjelasan terbuka terkait keputusan pemberhentian tersebut. Menurutnya, transparansi diperlukan agar tidak menimbulkan spekulasi di kalangan kader.
“Keputusan pemberhentian tanpa penjelasan yang terbuka mencederai rasa keadilan kader. Ini bukan hanya soal individu, tetapi tentang bagaimana organisasi menghargai pengabdian dan loyalitas kadernya,” lanjutnya.
Lebih lanjut, PC GP Ansor Kota Pekanbaru berpandangan bahwa setiap dinamika organisasi seharusnya dikelola dengan mengedepankan komunikasi yang baik, kebijaksanaan, serta semangat menjaga persatuan di internal organisasi.
“Kami berharap ke depan setiap kebijakan strategis dapat diambil dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap soliditas organisasi. GP Ansor harus tetap menjadi rumah besar yang merangkul, bukan memecah,” tutup Rian Rokandi.
Pernyataan tersebut menjadi bagian dari respons kader di daerah terhadap dinamika yang terjadi di tubuh organisasi. GP Ansor sendiri selama ini dikenal sebagai organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama yang memiliki jaringan kader luas di berbagai daerah di Indonesia.***



Tinggalkan Balasan