Usung Tema “Nyakola, Nyunda, Nyantri”, PAC IPNU-IPPNU Tanjungsari Cetak Kader Unggul Melalui MAKESTA

|

GUGAH – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Tanjungsari sukses menyelenggarakan Masa Kesetiaan Anggota (MAKESTA) sebagai gerbang kaderisasi bagi pelajar NU. Kegiatan berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu, 6–7 Juni 2026, di Pondok Pesantren Nurul Falah Arrahmat.

MAKESTA tahun ini mengusung tema “Nyakola, Nyunda, Nyantri”, yang mencerminkan semangat membentuk kader pelajar NU yang cerdas, berbudaya, dan berakhlak. Tema tersebut dipilih sebagai respons terhadap tantangan yang dihadapi generasi muda Sunda di era digital.

Ketua Pelaksana, Jalalludin Abdul F.G., menjelaskan bahwa tema tersebut mengandung pesan penting bagi para kader IPNU dan IPPNU.

“Kami ingin kader IPNU-IPPNU tidak hanya cerdas secara akademik (Nyakola), tetapi juga tetap menjaga jati diri dan etika budaya Sunda (Nyunda), serta memiliki fondasi spiritual dan akhlakul karimah layaknya santri (Nyantri). Tiga pilar ini menjadi benteng generasi muda di tengah derasnya arus perubahan zaman,” ujarnya.

Baca Juga:  MUI Kecamatan Samarang Imbau Masyarakat Tunggu Hasil Resmi Aparat Terkait Dugaan Kasus Pelecehan oleh Oknum Guru

Kegiatan yang diikuti puluhan pelajar dari berbagai wilayah Kecamatan Tanjungsari itu dibuka secara resmi pada Sabtu (6/6). Pembukaan dihadiri jajaran Pengurus MWCNU Tanjungsari, pengasuh pondok pesantren, PC IPNU-IPPNU Kabupaten Sumedang, serta berbagai badan otonom Nahdlatul Ulama di tingkat kecamatan.

Selama dua hari satu malam, peserta mendapatkan sejumlah materi dasar kaderisasi, di antaranya ke-NU-an, Aswaja An-Nahdliyah, ke-IPNU-IPPNU-an, wawasan kebangsaan, serta kepemimpinan dan keorganisasian.

Materi ke-NU-an diberikan untuk memperkenalkan sejarah, amaliyah, dan peran Nahdlatul Ulama dalam menjaga keutuhan bangsa. Sementara materi Aswaja An-Nahdliyah menanamkan nilai-nilai Islam moderat, toleran, dan seimbang sebagai landasan berpikir dan bertindak.

Baca Juga:  Petugas Gabungan Pekertat Jam Oprasional Truk Tambang di Rumpin Bogor

Peserta juga dibekali pemahaman mengenai sejarah organisasi, regulasi dasar IPNU-IPPNU, serta wawasan kebangsaan yang menekankan pentingnya semangat hubbul wathan minal iman atau cinta tanah air sebagai bagian dari iman. Selain itu, pelatihan kepemimpinan dan keorganisasian diberikan untuk mengasah kemampuan dasar para kader dalam memimpin dan berkontribusi di lingkungan masing-masing.

Tidak hanya mengikuti pembelajaran di dalam kelas, para peserta juga menjalani berbagai kegiatan spiritual dan kebersamaan, seperti salat berjamaah, mujahadah malam, hingga kegiatan reflektif yang bertujuan mempererat persaudaraan antarkader.

Ketua PAC IPNU dan IPPNU Kecamatan Tanjungsari, Muhammad Shidiq dan Adinda Nurfadilah, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan. Keduanya berharap para peserta yang telah mengikuti MAKESTA mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Baca Juga:  Harlah ke-76 Fatayat NU Cisurupan, Layanan Adminduk hingga Parenting Islami Jadi Sorotan

“Setelah dibaiat menjadi anggota resmi, tugas rekan dan rekanita justru baru dimulai. Nilai-nilai Nyakola, Nyunda, dan Nyantri harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, baik di sekolah, di rumah, maupun di tengah masyarakat,” ungkap mereka.

Kegiatan ditutup pada Minggu (7/6) dengan prosesi pembaiatan yang berlangsung khidmat. Prosesi tersebut menandai resmi bergabungnya para peserta sebagai anggota keluarga besar IPNU dan IPPNU, sekaligus menjadi langkah awal dalam proses kaderisasi berkelanjutan di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama merupakan badan otonom Nahdlatul Ulama yang bergerak di bidang keterpelajaran, keagamaan, dan kemasyarakatan bagi kalangan pelajar dan remaja.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran