Trump Pertimbangkan Pemerintah AS Miliki Saham di Perusahaan AI

|

GUGAH – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berencana mengundang sejumlah pemimpin perusahaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) terbesar di Amerika Serikat ke Gedung Putih dalam waktu dekat.

Pertemuan tersebut akan membahas kemungkinan pemerintah AS mengambil kepemilikan finansial di perusahaan-perusahaan AI sebagai bagian dari strategi nasional dalam mengembangkan teknologi masa depan.

Trump mengungkapkan rencana itu saat berbicara kepada wartawan di pesawat kepresidenan Air Force One. Menurutnya, investasi pemerintah di sektor AI dapat menciptakan kemitraan yang lebih erat antara perkembangan teknologi dan kepentingan masyarakat Amerika.

“Kita sedang membicarakan bagaimana rakyat Amerika dapat memperoleh manfaat dari keberhasilan AI. Jika rakyat Amerika merasakan manfaatnya, mereka akan lebih menerima teknologi ini,” kata Trump dikutip dari BBC pada Sabtu (6/6).

Meski tidak menyebutkan nama perusahaan secara spesifik, sejumlah perusahaan AI terbesar di AS saat ini antara lain Google, Microsoft, OpenAI, SpaceX, dan Anthropic.

Baca Juga:  Dunia Masuk Era AGI, Bursa Indonesia Masih Terjebak di Sektor Tradisional

Beberapa perusahaan, seperti SpaceX dan Anthropic, bahkan disebut-sebut tengah mempersiapkan penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) dalam beberapa pekan mendatang.

Trump membandingkan rencana tersebut dengan investasi pemerintah AS di perusahaan semikonduktor Intel pada tahun lalu. Saat itu, pemerintah mengambil sekitar 10 persen kepemilikan saham dan disebut berhasil memperoleh keuntungan dari investasi tersebut.

Selain potensi keuntungan finansial, Trump menilai keterlibatan pemerintah dalam perusahaan AI dapat membantu memperbaiki persepsi publik terhadap teknologi tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, kekhawatiran masyarakat terhadap AI terus meningkat, terutama terkait ancaman terhadap lapangan kerja, keamanan data, dan dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari.

Sam Altman Bertemu Bernie Sanders

Wacana keterlibatan pemerintah dalam industri AI juga mencuat setelah Chief Executive Officer (CEO) OpenAI, Sam Altman, berkunjung ke Washington DC dan bertemu Senator Bernie Sanders.

Baca Juga:  Trump Umumkan Gencatan Senjata Rusia-Ukraina Selama 3 Hari dan Pertukaran 1.000 Tawanan

Sanders sebelumnya mengusulkan pembentukan dana kekayaan negara (sovereign wealth fund) yang memungkinkan pemerintah mengambil hingga 50 persen kepemilikan di perusahaan-perusahaan AI.

Menanggapi usulan tersebut, Trump mengaku telah mempertimbangkan investasi pemerintah di sektor AI selama sekitar satu tahun terakhir.

“Dalam hal ekonomi, kita memiliki beberapa pandangan yang tidak terlalu jauh berbeda,” ujar Trump.

Hubungan Anthropic dan Pemerintah AS Membaik

Sementara itu, CEO Anthropic, Dario Amodei, diketahui telah bertemu dengan sejumlah pejabat senior Gedung Putih dalam beberapa pekan terakhir.

Pertemuan tersebut dinilai menjadi sinyal membaiknya hubungan antara Anthropic dan pemerintah AS, setelah sebelumnya perusahaan tersebut terlibat sengketa hukum dengan Departemen Pertahanan AS terkait kontrak kerja sama pemerintah.

Baca Juga:  GPCI Desak Masyarakat Dunia Suarakan Pembebasan Dua Aktivis GSF

Meski masih menghadapi proses hukum, Anthropic belakangan memberikan dukungan terhadap kebijakan AI yang dikeluarkan pemerintahan Trump.

Salah satu pendiri Anthropic, Jack Clark, bahkan menyatakan bahwa perusahaan terus menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah AS.

“Kami berbicara setiap hari dengan pemerintah AS dan terus mencari cara untuk membantu kepentingan keamanan nasional,” kata Clark.

Rencana pemerintah AS untuk berinvestasi langsung di perusahaan AI diperkirakan akan menjadi salah satu isu strategis yang mendapat perhatian besar dari pelaku industri teknologi dan pasar keuangan global. Selain menyangkut arah pengembangan teknologi kecerdasan buatan, kebijakan tersebut juga berpotensi mengubah hubungan antara pemerintah dan sektor swasta dalam industri teknologi masa depan.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran