Pemkot Depok Perketat Pengawasan MBG, Siapkan 200 Dapur untuk Jangkau Seluruh Sekolah

|

GUGAH – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok memperkuat pengawasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna memastikan kualitas makanan, keamanan pangan, dan ketepatan sasaran penerima manfaat.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam rapat koordinasi antara Satuan Tugas (Satgas) Percepatan MBG Terpadu Kota Depok dengan Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Depok yang digelar di Balai Kota Depok, Selasa (2/6/2026).

Ketua Satgas Percepatan MBG Terpadu Kota Depok, Chandra Rahmansyah, mengatakan pengawasan menjadi aspek penting dalam pelaksanaan program strategis nasional tersebut, mengingat MBG tidak hanya menyasar pelajar, tetapi juga kelompok masyarakat rentan lainnya.

Baca Juga:  Warning Dudung Abdurachman, Bongkar Praktik Jual-Beli Titik Dapur Program MBG

Menurutnya, sinergi antara Satgas MBG dan BGN perlu terus diperkuat agar pelaksanaan program berjalan sesuai target, baik dari sisi kualitas layanan maupun cakupan penerima manfaat.

“Kami mengapresiasi kerja sama dan komunikasi yang telah terjalin dengan BGN Kota Depok. Koordinasi ini penting untuk memastikan program MBG berjalan tepat sasaran, tepat waktu, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Chandra.

Ia menjelaskan, Satgas MBG memiliki tugas melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap seluruh tahapan pelaksanaan program, termasuk memastikan standar keamanan pangan terpenuhi di setiap dapur pelayanan.

Saat ini, Kota Depok diproyeksikan membutuhkan sekitar 200 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menjangkau seluruh sekolah yang menjadi sasaran program MBG.

Baca Juga:  Pemuda Asal Pangandaran Tekuni Budidaya Maggot, Dorong Solusi Limbah Sisa Makanan Program MBG

“Dapur SPPG memiliki peran yang sangat vital karena menjadi ujung tombak penyediaan makanan bergizi bagi penerima manfaat. Karena itu, aspek higienitas, kualitas makanan, dan keamanan pangan menjadi perhatian utama kami,” katanya.

Sebagai bentuk pengawasan, Satgas MBG Kota Depok telah melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah dapur SPPG untuk memastikan proses produksi dan distribusi makanan berjalan sesuai standar yang ditetapkan.

Selain mendukung peningkatan status gizi masyarakat, Chandra menilai program MBG juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan. Kehadiran dapur-dapur layanan gizi berpotensi menggerakkan sektor usaha lokal, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan perputaran ekonomi di daerah.

Baca Juga:  Modus Program Makan Bergizi Gratis, Belasan Pesantren di Jabar Tertipu Koperasi Bodong

“Program ini tidak hanya berbicara soal pemenuhan gizi, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Karena itu kami ingin memastikan pelaksanaannya berjalan optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.

Pemkot Depok menegaskan akan terus melakukan pendampingan, pengawasan, serta mitigasi risiko selama pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat sekaligus mendukung upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa depan.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran