9 AKSARA Ansor Kalsel 2030 Resmi Ditetapkan, Terinspirasi Semangat Panitia Sembilan Perumus Dasar Bangsa

|

GUGAH – Bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026, sembilan kader Gerakan Pemuda Ansor Kalimantan Selatan melahirkan sebuah gagasan strategis bertajuk 9 AKSARA: Peta Jalan Ansor Kalsel Berkibar 2030. Konsep tersebut ditetapkan di Kota Banjarbaru pada 15 Dzulhijjah 1447 H atau 1 Juni 2026 M pukul 19.34 WITA sebagai arah gerakan dan transformasi organisasi menuju tahun 2030.

Momentum peluncuran 9 AKSARA sengaja dipilih pada tanggal yang memiliki nilai historis bagi bangsa Indonesia. Tepat 81 tahun lalu, pada 1 Juni 1945, para pendiri bangsa melalui sidang BPUPKI merumuskan dasar-dasar kebangsaan yang kemudian melahirkan Pancasila. Semangat itulah yang menginspirasi lahirnya forum sembilan sahabat Ansor Kalimantan Selatan dalam menyusun peta jalan organisasi untuk masa depan.

Ketua PW GP Ansor Kalimantan Selatan periode 2024–2028, Gusti Taufik Hidayat, yang bertindak sebagai Pelindung 9 AKSARA, menjelaskan bahwa pemilihan nama tersebut bukan sekadar akronim, melainkan mengandung filosofi mendalam.

Menurutnya, istilah “Aksara” diambil dari bahasa Sanskerta, yakni “A” yang berarti tidak dan “Kshara” yang berarti musnah atau binasa. Dengan demikian, “Aksara” dimaknai sebagai sesuatu yang abadi, tetap hidup, dan terus memberi jejak bagi peradaban.

Baca Juga:  Ngahiji Dina Karya, Ngajaya Dina Usaha, Bos Beye Resmi Maju Jadi Calon Ketua Kadin Purwakarta

“9 AKSARA diharapkan menjadi gagasan yang tidak lekang oleh waktu, menjadi pedoman gerakan yang mampu menjawab tantangan zaman sekaligus menjaga nilai-nilai dasar perjuangan Ansor,” ujar Gusti Taufik Hidayat.

Terinspirasi Panitia Sembilan

Keberadaan sembilan perumus dalam 9 AKSARA juga bukan tanpa alasan. Jumlah tersebut sengaja mengambil spirit dari Panitia Sembilan BPUPKI, kelompok tokoh bangsa yang berperan penting merumuskan Piagam Jakarta sebagai fondasi menuju lahirnya Indonesia merdeka.

Jika Panitia Sembilan pada 1945 merumuskan arah masa depan bangsa, maka sembilan kader Ansor Kalimantan Selatan berupaya merumuskan arah masa depan organisasi dengan tetap berpijak pada nilai keislaman, kebangsaan, dan kemasyarakatan.

Tim perumus 9 AKSARA terdiri atas:

  • M. Ramli Jauhari (Ketua)
  • Muhammad HS (Wakil Ketua)
  • Hairullah
  • M. Iqbal Prayogi Putra
  • Abdul Hamid
  • Novyandi Saputra
  • Ahmad Fikri Hadin
  • M. Rexy Azmi
  • Haji Muhammad Hasbi
Baca Juga:  Mukab Kadin Purwakarta, Hanya Satu Calon yang Kembalikan Berkas Pendaftaran

Sembilan Pilar Menuju Ansor Kalsel 2030

Konsep 9 AKSARA disusun sebagai peta jalan organisasi yang mencakup sembilan fokus utama:

1. Arah Strategis (أ)
Menentukan orientasi dan prioritas gerakan Ansor Kalimantan Selatan agar memiliki tujuan yang terukur dan berkelanjutan.

2. Kolaborasi (ك)
Memperkuat sinergi dengan pemerintah, ulama, dunia usaha, akademisi, dan berbagai elemen masyarakat.

3. Sistem Kaderisasi (ص)
Membangun kaderisasi yang terstruktur, modern, dan berkesinambungan guna mencetak pemimpin masa depan.

4. Reformasi Organisasi (ر)
Melakukan pembaruan tata kelola organisasi agar lebih profesional, adaptif, dan akuntabel.

5. Adaptasi Inovasi (ا)
Mendorong budaya inovasi dalam menghadapi perubahan sosial, teknologi, dan tantangan zaman.

6. Narasi Gerakan (ن)
Menguatkan komunikasi publik dan penyebaran gagasan organisasi agar lebih relevan dengan generasi muda.

7. Wawasan Ekonomi Kader (و)
Mendorong kemandirian ekonomi kader melalui penguatan kewirausahaan dan pemberdayaan ekonomi umat.

Baca Juga:  Bank bjb Tebar Dividen Rp900 Miliar, Komitmen Berikan Nilai Tambah di Tengah Kinerja Positif 2025

8. Yield atau Dampak Sosial (ي)
Memastikan setiap program organisasi memberikan manfaat nyata dan terukur bagi masyarakat.

9. Transformasi Masa Depan (ت)
Menyiapkan Ansor Kalimantan Selatan menghadapi era baru dengan visi jangka panjang yang progresif dan berkelanjutan.

Menyambut Indonesia Emas 2045

Peluncuran 9 AKSARA menjadi penegasan bahwa GP Ansor Kalimantan Selatan tidak hanya berfokus pada aktivitas organisasi sehari-hari, tetapi juga menyiapkan desain besar gerakan menuju satu dekade mendatang.

Melalui sembilan pilar tersebut, Ansor Kalsel berharap mampu melahirkan kader-kader yang tangguh, adaptif, berdaya saing, serta memiliki kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa.

Di momentum Hari Lahir Pancasila 2026, semangat Panitia Sembilan yang dahulu merumuskan dasar negara kini seolah menemukan gaung baru dalam tubuh Ansor Kalimantan Selatan. Jika para pendiri bangsa meletakkan fondasi Indonesia merdeka, maka 9 AKSARA hadir sebagai ikhtiar generasi muda Nahdlatul Ulama untuk merumuskan arah gerakan yang kokoh, relevan, dan tidak termusnahkan oleh zaman.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran