Nilai Tukar Petani Berada di Level Tertinggi, Sejak Zulhas Jadi Kemenko Pangan

|

GUGAH – Kritik salah satu organisasi di Bali yang menerjang Kemenko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas), dijawab oleh Anggota DPR RI Fraksi PAN yang duduk di Komisi IV DPR, Ir. H. Herry Dermawan.

Menurut Herry ada beberapa sektor membaik saat Kemenko Pangan yang di dalamnya ngurus pertanian, perhutanan, dan perikanan, ada dalam kabinet.

“Ada banyak misal beras, pupuk, sawit, dan kampung nelayan. Namun yang paling penting adalah Nilai Tukar Petani ( NTP ) yang terus membaik,” kata Herry, di Ciamis kepada wartawan, Jumat (29/5/2026).

Baca Juga:  Tebar Kebaikan, Partai Golkar Purwakarta Bagikan Ratusan Paket Daging Qurban

Tahun 2021 NTP berada pada level 103 – 108, NTP nasional pada periode 2025 hingga Mei 2026 mencetak rekor tertinggi di angka 125,45 pada Februari 2026.

“Semakin tinggi angka NTP diatas 100, semakin tinggi pula tingkat kemampuan dan daya beli petani di perdesaan,” ujar Herry.

Nelayan, pemerintah Prabowo di era Kemenko Pangan Zul Haz, juga telah mencanangkan 1000 Kampung Nelayan modern. Itu dalam rangka menanggulangi kemiskinan pesisir.

Baca Juga:  BAZNAS Dilantik di Aula Muhammadiyah, Gedung Pemerintah Ciamis Sedang Tidak Tersedia atau Tidak Terpikirkan?

“Di kampung nelayan itu kan lengkap, ada gudang cool storage, pabrik es, bengkel perahu, sampai SPBN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan) pengisian bahan bakar perahu,” papar Herry.

Beras, juga mengalami perbaikan produksi tembus di 5 juta ton dengan mayoritas merupakan hasil dalam negeri.

Sektor pupuk kata Herry, Zul Haz justeru berhasil memangkas birokrasi yang rumit. “Dulu perlu banyak tantangan dan banyak meja untuk distribusi pupuk. Sekarang nggak, cepat dan tepat waktu, Januari sudah ada pupuk di distributor,” ujarnya.

Baca Juga:  Musda Sukses digelar, BM PAN Ciamis Jadi Rumah Besar Kader Muda Progresif

Kritik yang mengarah pada Kemenko Pangan yang juga Ketua PAN ini menurut Herry tidak perlu ditanggapi terlalu serius apalagi diembel-embeli isu reshufle. ” Karena yang disampaikan mereka juga tidak berbasis data, masih miskin data,” ujar Herry.

Sebelumnya organisasi Gema di Bali menuding Kemenko Pangan Zul Kifli Hasan gagal bekerja, dan meminta Prabowo untuk segera merushufle kabinetnya.*

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran