Tradisi Enam Dekade Maulid Malam Kamis Kembali Bergema di Masjid Agung Garut

|

GUGAH.CO — Tradisi keagamaan yang telah bertahan selama kurang lebih enam dekade kembali digelar di Masjid Agung Garut. Majelis Taklim Malam Kamis Masjid Agung Garut menyelenggarakan Maulid Akbar Pengajian Malam Kamis, Rabu (23/9/2026), bertepatan dengan 12 Rabi’ul Akhir 1448 Hijriah.

Mengangkat tema “Menjemput Rohmat Robbi Menggapai Syafa’at Nabi”, kegiatan berlangsung mulai pukul 19.30 hingga 23.30 WIB. Maulid tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus menjaga kesinambungan tradisi majelis ilmu yang telah mengakar di tengah masyarakat Garut.

Jamaah mengikuti pembacaan Maulid Simthudduror secara bersama-sama sebelum memasuki sesi utama pengajian. Suasana khidmat kemudian berlanjut melalui kajian yang disampaikan KH. Aceng Aum Umar Fahmi, Lc., S.Th.I., MA.

Baca Juga:  Jalan Ciangkrong Dibuka, Petani Kopi Pamulihan Garut Didorong Naik Kelas

Dalam pemaparannya, KH. Aceng Aum Umar Fahmi menguraikan berbagai riwayat mengenai Nabi Muhammad SAW, hadis-hadis pilihan, serta maqolah para ulama yang bersumber dari sejumlah kitab. Ia juga mengutip pandangan Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari dalam kitab At-Tanbihat wal-Wajibat terkait peringatan Maulid Nabi dan batasan syariat dalam pelaksanaan amaliah keagamaan.

Kajian tersebut mengajak jamaah melihat Maulid bukan semata sebagai kegiatan seremonial. Peringatan kelahiran Rasulullah menjadi ruang untuk mengenang perjalanan dakwah, meneladani akhlak, serta memperkuat kecintaan umat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa rahmat bagi semesta alam.

Baca Juga:  PKB Garut Sowan ke PCNU, Mohon Doa Restu Kiai untuk Kepengurusan Baru

Pengajian Malam Kamis di Masjid Agung Garut telah berlangsung sekitar 60 tahun. Tradisi ini bermula pada masa Abuya KH. Rd. Hidayatulloh, kemudian diteruskan KH. Aceng Mimar Hidayatullah dan kini dilanjutkan H. A. Fahmy Umar Fawaiedh selaku Khodimul Majelis.

Perjalanan lintas generasi tersebut membuat Pengajian Malam Kamis tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga bagian dari khazanah kehidupan keagamaan masyarakat Garut. Keberlangsungannya menjadi ruang perjumpaan antara tradisi, dakwah, pembelajaran agama, dan silaturahmi umat.

Baca Juga:  Opik Pimpin IKA STAI DR. KH. EZ. Muttaqien Purwakarta, Alumni Didorong Jadi Kekuatan Perubahan

Menjelang akhir kegiatan, jamaah mengikuti sesi tanya jawab bersama narasumber. Forum tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk mendalami materi sekaligus memperoleh penjelasan langsung mengenai berbagai persoalan keagamaan.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan pembagian puluhan doorprize kepada jamaah. Penyelenggara berharap tradisi tersebut terus menjadi bagian dari ikhtiar merawat majelis ilmu, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran