GARUT – Keluarga korban KM Virgo asal Garut berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap proses pencarian yang masih dinantikan. Mereka menginginkan perkembangan yang jelas mengenai langkah penanganan dan kemungkinan operasi lanjutan agar nasib para korban dapat segera diketahui.
Permintaan tersebut disampaikan oleh sepuluh keluarga korban yang berkumpul di Kampung Panyingkiran, Desa Situ Saeur, Kecamatan Karangpawitan, pada Minggu (18/10/2026) sore. Melalui surat terbuka, keluarga berharap Presiden memberikan perhatian dan mendorong pihak berwenang mengambil langkah lanjutan untuk memperoleh kejelasan mengenai keberadaan para korban.
Selama lebih dari sebulan, keluarga mengaku masih menunggu kabar mengenai anggota keluarga mereka yang hilang. Belum adanya kepastian membuat penantian tersebut semakin berat, terlebih bagi keluarga yang setiap hari berharap mendapatkan informasi terbaru dari pihak terkait.
Suasana haru terlihat ketika keluarga korban berkumpul untuk menyampaikan aspirasi mereka. Sebagian keluarga tidak mampu menahan tangis saat mengungkapkan kesedihan dan kegelisahan yang dirasakan selama 35 hari terakhir.
Bagi mereka, ketidakpastian menjadi persoalan yang paling sulit dihadapi. Keluarga membutuhkan informasi yang jelas mengenai perkembangan pencarian agar dapat menentukan langkah selanjutnya.
Slamet Riyadi, ayah Gilang yang menjadi salah satu korban hilang, mengatakan bahwa surat kepada Presiden merupakan bentuk ikhtiar keluarga untuk mendapatkan kejelasan. Ia menyebut terdapat sepuluh orang dari desa tersebut yang hingga kini belum ditemukan.
“Upaya dari keluarga korban yang belum ditemukan untuk menyurati Bapak Presiden. Sudah 35 hari belum ada kabar dan belum ditemukan. Jumlahnya dari desa sini ada 10 orang. Keluarga di sini menanti dan yang jelas ingin ada kepastian,” ungkap Slamet Riyadi, Minggu (18/10/2026).
Selain meminta perhatian pemerintah, keluarga korban KM Virgo asal Garut berharap adanya langkah konkret untuk mendukung proses pencarian. Salah satu upaya yang mereka usulkan adalah operasi salvage, yakni proses pengangkatan atau penanganan kapal yang mengalami kecelakaan.
Keluarga berharap operasi tersebut dapat dipertimbangkan oleh pihak berwenang sebagai bagian dari upaya memperoleh informasi mengenai keberadaan para korban. Mereka juga meminta agar kondisi kapal dan muatannya dapat ditangani sesuai prosedur keselamatan serta hasil evaluasi teknis tim terkait.
Permintaan tersebut disampaikan karena keluarga menilai kejelasan mengenai proses pencarian sangat penting. Mereka ingin mengetahui perkembangan penanganan kecelakaan kapal dan langkah yang memungkinkan untuk dilakukan berikutnya.
Meski demikian, pelaksanaan operasi salvage memerlukan kajian teknis, pertimbangan keselamatan, serta keputusan dari pihak berwenang. Karena itu, keluarga berharap aspirasi yang disampaikan dapat menjadi perhatian dalam evaluasi penanganan pencarian.
Upaya keluarga untuk mendapatkan perhatian tidak hanya ditujukan kepada pemerintah pusat. Mereka juga mengirimkan surat kepada Gubernur Jawa Barat dan Bupati Garut agar pemerintah daerah ikut membantu menyampaikan aspirasi serta mendorong koordinasi dengan pihak-pihak terkait.
Keluarga berharap pemerintah daerah dapat membantu membuka komunikasi yang lebih jelas mengenai perkembangan pencarian. Mereka ingin memperoleh informasi yang dapat dipertanggungjawabkan mengenai langkah yang telah dilakukan dan kemungkinan tindak lanjut operasi.
Bagi keluarga, komunikasi yang terbuka menjadi hal penting di tengah situasi yang belum memberikan kepastian. Informasi yang jelas diharapkan dapat mengurangi kegelisahan sekaligus membantu keluarga memahami proses penanganan kecelakaan kapal tersebut.
Keluarga menegaskan bahwa tujuan utama mereka adalah memperoleh kepastian mengenai nasib anggota keluarga yang masih hilang. Mereka berharap pencarian dapat memberikan jawaban, baik berupa kabar bahwa korban ditemukan dalam keadaan selamat maupun kepastian lain berdasarkan hasil penanganan resmi.
“Kami berharap ada perhatian dan bantuan agar persoalan ini segera mendapatkan kejelasan. Baik masih hidup atau sudah meninggal, kami ingin secepatnya ada kabar,” pungkas Slamet.
Bagi sepuluh keluarga di Karangpawitan, surat terbuka tersebut menjadi salah satu upaya untuk menyampaikan harapan di tengah penantian yang belum berakhir. Mereka berharap Presiden Prabowo Subianto, pemerintah daerah, dan pihak berwenang dapat memberikan perhatian terhadap permintaan tersebut.
Hingga kepastian mengenai keberadaan para korban diperoleh, keluarga masih berharap adanya perkembangan yang jelas terkait proses pencarian. Mereka ingin agar upaya penanganan terus mendapatkan perhatian sehingga penantian selama 35 hari tidak berlanjut tanpa kejelasan.





Tinggalkan Balasan