Bantuan Bedah Rumah di Jabar Naik Hampir Delapan Kali Lipat di 2026

|

GUGAH – Program bantuan rumah tidak layak huni (rutilahu) di Jawa Barat melonjak signifikan pada 2026. Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mengalokasikan bantuan untuk 49.229 rumah, hampir delapan kali lipat dibandingkan 6.367 unit pada 2025.

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, mengatakan peningkatan alokasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat perbaikan kualitas hunian masyarakat di berbagai daerah.

Baca Juga:  IKA PMII Subang Soroti Krisis Air di Pantura, Desak Pemerintah Segera Bertindak

“Bantuan rutilahu menembus 49.229 unit, dan tahun sebelumnya hanya 6.367 unit, atau hampir delapan kali lipat,” ujar Herman saat meninjau salah satu rumah penerima bantuan di Kabupaten Subang, Selasa (6/10/2026).

Herman mengapresiasi dukungan pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo Subianto dan Kementerian PKP, yang meningkatkan kuota bantuan bedah rumah untuk Jawa Barat.

Baca Juga:  PKB Purwakarta Perkuat Akar Rumput, Aspirasi Warga Didorong Masuk Ruang Kebijakan

Setiap rumah penerima memperoleh anggaran sebesar Rp20 juta. Pengadaan material dilakukan secara berkelompok melalui mekanisme Tender Rakyat yang diklaim berlangsung terbuka dan kompetitif sehingga harga bahan bangunan bisa lebih efisien.

“Ada tender rakyat yang sangat transparan. Bahkan ada kompetisi sederhana sehingga masyarakat mendapatkan harga termurah untuk bahan-bahan bangunannya,” kata Herman.

Baca Juga:  Diduga Merugi Puluhan Juta, Warga Kotasari Subang Desak Pemdes Gelar LPJ BUMDes Jatayu

Menurut Herman, mekanisme tersebut menghasilkan efisiensi pengadaan material sebesar 5,02 persen.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran